RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Binuang – Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit terus diperkuat. Memasuki tahun ketiga kolaborasi, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang kembali menggelar Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Tahun 2026.
Pelatihan Angkatan I yang diikuti 29 petani tersebut resmi dibuka di Aula Bangkinang BBPP Binuang, Senin (20/7/2026) lalu. Kegiatan berlangsung selama enam hari hingga 25 Juli 2026 sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi petani sawit rakyat.
Pelatihan diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui BBPP Binuang selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), dengan dukungan penuh dari BPDP.
Secara keseluruhan, program Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Tahun 2026 diikuti 57 peserta yang dibagi dalam dua angkatan. Penyelenggaraan tahun ini sekaligus menjadi penanda keberlanjutan sinergi BPDP dan BBPP Binuang yang telah memasuki tahun ketiga.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Tedy Dirhamsyah, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala BBPP Binuang Andi Amal Hayat Makmur, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Barito Kuala Lasiman, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Kepala BBPP Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, mengapresiasi kepercayaan BPDP yang terus menggandeng BBPP Binuang dalam penyelenggaraan pelatihan bagi petani kelapa sawit.
"Tahun 2026 ini merupakan tahun ketiga sinergi kita. Semoga kerja sama ini terus terjalin dengan baik sehingga seluruh rangkaian pelatihan dapat mencapai target yang telah ditetapkan," ujarnya.
Menurut Andi, keberlanjutan kerja sama tersebut menjadi motivasi bagi BBPP Binuang untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan sehingga memberikan manfaat nyata bagi petani.
Peserta pelatihan dibekali berbagai materi terkait penerapan praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan, mulai dari aspek teknis hingga pengelolaan kebun yang lebih produktif. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lapangan guna meningkatkan hasil perkebunan rakyat.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Barito Kuala, Lasiman, menilai kolaborasi antara BPDP, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas petani.
"Pelatihan seperti ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi para petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya kelapa sawit. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lapangan sehingga mampu meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, serta mendukung pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Barito Kuala," katanya.
Sementara itu, Kepala Puslatan, Tedy Dirhamsyah, menyampaikan apresiasi kepada BPDP atas dukungan yang konsisten terhadap pengembangan SDM pertanian. Menurutnya, kolaborasi tersebut telah membuka ruang peningkatan kompetensi petani melalui berbagai program pelatihan yang diselenggarakan BBPP Binuang.
Melalui kerja sama yang berkelanjutan ini, BPDP bersama Kementerian Pertanian berharap lahir petani kelapa sawit yang semakin kompeten, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendorong peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat secara berkelanjutan.
Editor : Nurhidayat