Dinkes HSU Pastikan Kemarau Belum Picu Lonjakan Diare dan ISPA

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 10:45 WIB
PREVENTIF: Pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit diare dan ISPA, saat kemarau saat ini. (Foto: Dokumentasi)
PREVENTIF: Pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit diare dan ISPA, saat kemarau saat ini. (Foto: Dokumentasi)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM
AMUNTAI – Musim kemarau identik dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Namun, kondisi tersebut belum terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Dinas Kesehatan (Dinkes) HSU memastikan hingga saat ini belum ditemukan lonjakan signifikan kasus diare maupun penyakit menular lainnya selama musim kemarau.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes HSU Fajeri mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan hingga Rabu (22/7/2026), jumlah kasus diare masih berada pada kondisi normal.

"Kasus diare tidak mengalami peningkatan yang signifikan," ujarnya mewakili Kepala Dinkes HSU dr. Moch. Yandi kepada Radar Banjarmasin, Jumat (24/7/2026).

Tak hanya diare, penyakit lain yang umumnya meningkat saat cuaca panas juga belum menunjukkan tren kenaikan.

"Sampai saat ini penyakit yang lain juga belum ada kenaikan yang signifikan," tambahnya.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah. Fajeri mengimbau warga tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mulai dari mengonsumsi air minum yang layak, mencuci tangan menggunakan sabun, hingga menjaga kebersihan makanan dan lingkungan.

Menurutnya, langkah sederhana tersebut menjadi benteng utama untuk mencegah berbagai penyakit yang rentan muncul saat musim kemarau, terutama ketika ketersediaan air bersih mulai berkurang.

Di sisi lain, Dinkes HSU terus memperkuat pengawasan melalui seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah HSU. Pemantauan rutin dilakukan agar setiap potensi peningkatan kasus penyakit dapat terdeteksi lebih dini.

"Jika terjadi peningkatan kasus, penanganan dapat segera dilakukan sehingga penyebaran penyakit bisa dicegah lebih cepat," pungkasnya.

Editor : Arif Subekti
pertengahan musim kemaru peningkatan signifikan kasus diare Hulu Sungai Utara