RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU – Dampak musim kemarau mulai terasa di Kabupaten Kotabaru. Debit air baku yang menjadi sumber produksi air bersih PDAM Kotabaru mengalami penurunan drastis di hampir seluruh instalasi pengolahan, sehingga berpotensi mengganggu distribusi air kepada pelanggan.
Data yang dirilis PDAM Kotabaru, Kamis (23/7), menunjukkan penurunan paling tajam terjadi di Intake Mandin. Debit air yang dalam kondisi normal mencapai 135 liter per detik (L/d) kini hanya tersisa 20 L/d.
Penurunan juga terjadi di sejumlah sumber air baku lainnya. Intake Gunung Sari turun dari 40 L/d menjadi 15 L/d, DAM Gunung Ulin dari 40 L/d menjadi 10 L/d, sedangkan Intake Gunung Perak menyusut drastis dari 10,5 L/d menjadi hanya 1 L/d.
Sementara itu, DAM 2 Tirawan mengalami penurunan dari 15 L/d menjadi 10 L/d, dan DAM Mini Tirawan dari 14 L/d menjadi 10 L/d.
Tak hanya debit air, ketinggian muka air di sejumlah waduk penampungan juga ikut menyusut. Waduk Gunung Ulin turun dari 600 sentimeter menjadi 430 sentimeter. Embung Gunung Tirawan menyusut dari 700 sentimeter menjadi 625 sentimeter, sedangkan Intake Sebelimbingan turun dari 240 sentimeter menjadi 192 sentimeter.
Direktur PDAM Kotabaru, Tri Basuki, mengatakan penurunan debit air baku akibat musim kemarau berdampak langsung terhadap kapasitas produksi dan distribusi air bersih.
"Sehubungan dengan musim kemarau yang sedang berlangsung, debit air pada sumber air baku mengalami penurunan cukup signifikan sehingga berdampak pada penurunan tekanan distribusi. Bahkan di beberapa wilayah layanan aliran air bisa terhenti," ujarnya.
Ia menjelaskan, publikasi data tersebut merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat agar pelanggan mengetahui kondisi riil yang dihadapi PDAM saat ini.
"Kami sengaja menyampaikan data grafis dan kondisi di lapangan sebagai bentuk transparansi publik," tambahnya.
PDAM Kotabaru juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan layanan yang mungkin dialami pelanggan. Di tengah keterbatasan pasokan air baku, perusahaan terus berupaya mengoptimalkan produksi dan distribusi air bersih.
Untuk mengantisipasi dampak kemarau yang semakin panjang, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak. Pelanggan diminta menampung air saat aliran masih tersedia, menggunakan air seperlunya, memastikan keran tertutup rapat setelah dipakai, serta memeriksa instalasi pipa di rumah agar tidak terjadi kebocoran.
Editor : Eddy Hardiyanto