RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tanah Bumbu memastikan distribusi pupuk bersubsidi kepada petani di Kecamatan Kusan Hilir dan Kusan Tengah segera kembali normal.
Keterlambatan penyaluran yang sempat dikeluhkan petani dipastikan hanya dipengaruhi proses administrasi di tingkat distributor, bukan karena stok pupuk kosong.
Sekretaris DPKP Tanah Bumbu Ari Herlianto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari petani yang kesulitan memperoleh pupuk saat memasuki masa pemupukan tanaman padi. Namun, berdasarkan hasil koordinasi dengan distributor, pupuk masih tersedia.
Menurut Ari, penyaluran belum dapat dilakukan karena dokumen pengeluaran pupuk masih menunggu penyelesaian administrasi setelah terjadi pergantian pimpinan di PT BJU selaku distributor.
"Belum lama ini terjadi pergantian direktur di PT BJU. Kemungkinan proses administrasi tersebut yang menyebabkan penyaluran pupuk belum berjalan," katanya.
Ia menegaskan, kendala tersebut bersifat sementara dan tidak berkaitan dengan ketersediaan pupuk. Karena itu, petani diminta tidak khawatir karena distribusi akan kembali dilakukan setelah proses administrasi selesai.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur PT BJU Susilawati membenarkan perusahaan masih menjalani masa transisi kepemimpinan. Menurutnya, pergantian akun administrasi masih berlangsung sehingga membutuhkan waktu sebelum penyaluran pupuk dapat dilanjutkan.
"Insyaallah dalam beberapa hari ini proses administrasi selesai dan penyaluran pupuk bisa segera dilaksanakan," ujarnya.
Ia berharap proses administrasi segera rampung agar distribusi pupuk kembali berjalan normal. Dengan begitu, kebutuhan pupuk petani selama masa pemupukan dapat terpenuhi dan aktivitas budidaya padi tidak terganggu.
Editor : Arif Subekti