Hutan Sagu di Simpur Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Permukiman Warga

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 19:03 WIB

 

PEMADAMAN: Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan sagu di Jalan Tangkawang, Desa Simpur, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Rabu sore (22/7/2026), sebelum api merembet ke permukiman warga. (Foto: BPBD HSS/Radar Banjarmasin)
PEMADAMAN: Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan sagu di Jalan Tangkawang, Desa Simpur, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Rabu sore (22/7/2026), sebelum api merembet ke permukiman warga. (Foto: BPBD HSS/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Kali ini, api membakar kawasan hutan sagu di Jalan Tangkawang, Desa Simpur, Kecamatan Simpur, Rabu sore (22/7/2026).

Beruntung, api berhasil dipadamkan petugas gabungan sebelum merembet ke permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Informasi kebakaran pertama kali dilaporkan Satgas Karhutla Kecamatan kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) HSS dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSS.

Menerima laporan tersebut, personel Damkar HSS, BPBD HSS, Manggala Agni, serta relawan PMK Muara Ulin dan PMK Wasah Hilir langsung bergerak ke lokasi. Proses pemadaman juga dibantu warga sekitar.

Api Padam dalam 25 Menit

Kepala Pelaksana BPBD HSS, Ika Aguspiannor Hidayatullah, mengatakan proses penanganan berlangsung sekitar 25 menit.

"Penanganan dimulai pukul 16.15 WITA dan selesai pemadaman pukul 16.40 WITA," ujarnya.

Menurut Ika, kebakaran menghanguskan sekitar 0,02 hektare hutan sagu. Meski sempat merembet mendekati permukiman, api berhasil dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

"Kondisi air sulit. Alhamdulillah, dengan bantuan tiga unit tangki air pemadam, api tetap bisa kita padamkan total sebelum merembet ke permukiman warga. Kondisi dipastikan sudah aman dan kondusif," ungkapnya.

HSS Masih Siaga Darurat Karhutla

Karhutla di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan masih kerap terjadi selama musim kemarau 2026. Pemerintah Kabupaten HSS pun telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan sebagai langkah antisipasi menghadapi meningkatnya potensi kebakaran.

Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas dan membahayakan lingkungan maupun permukiman warga. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
kebakaran lahan HSS hutan sagu Simpur BPBD Hulu Sungai Selatan karhutla hss Damkar HSS