Harga Karet di Tabalong Bertahan di Harga Rp15 ribu Perkilogram

Ibnu Dwi Wahyudi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 15:11 WIB
Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Tabalong, Anik Patsih Wati.

(Foto  : Ibnh Dwi Wahyudi/Radar Banjarmasin)
Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Tabalong, Anik Patsih Wati. (Foto  : Ibnh Dwi Wahyudi/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Harga karet di Kabupaten Tabalong ternyata sempat melambung hingga harga Rp18.500 perkilogram. Namun, beberapa hari terakhir hanya berkisaran Rp15 ribu perkilogram. 

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Pertanian (DKP3) Kabupaten Tabalong, Anik Patsih Wati mengatakan masalah harga itu tergantung pasar dunia.

"Harganya mengikuti harga dunia. Jadi tidak bisa diintervensi," jelasnya, Rabu (22/7/2026).

Namun, dia memberitahukan, harga komoditas satu ini melihat fluktuasinya masih bertahan di harga Rp15 ribuan. Tidak turun.

"Kalau dilihat diagramnya tidak ada penurunan. Bertahan di harga Rp15ribuan," ujarnya, sembari melihatkan tabel harga dunia yang dipasang di situs online.

Saat ini, perkebunan karet di Tabalong masih menjadi primadona bagi masyarakatnya. Sekitar 67 persen penduduknya berprofesi pekebun karet.

DKP3 mendata ada seluas 69 hektare kebun karet yang ada di Tabalong, yang saat ini masi berproduksi.

Rabiatul Adawiyah, seorang petani di Tabalong sangat bersyukur dengan harga tinggi tersebut. "Alhamdulillah harganya masih tinggi, mudahan tidak turun lagi," terangnya.

Dulu, harga karet di Tabalong pernah diharga Rp6 ribu perkilogram. Sementara untuk naik diatas Rp10 ribu sangat sulit. (ibn)

Editor : Arif Subekti
harga karet di kabupaten tabalong sempat melambung rp 15 ribu 18.500 perkilogram kalimantan selatan