49 Desain Berebut Jadi Motif Resmi Hari Jadi ke-61 Tala

Norsalim Yahya • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:42 WIB
BERSAING : Ketua Dekranasda Tala Hj Dian Cahyani Rahmat Trianto saat menilai desain motif sasirangan tahun 2025 lalu. (Foto : Diskominfostasan untuk Radar Banjarmasin)
BERSAING : Ketua Dekranasda Tala Hj Dian Cahyani Rahmat Trianto saat menilai desain motif sasirangan tahun 2025 lalu. (Foto : Diskominfostasan untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Sebanyak 49 desain motif sasirangan ikut ambil bagian dalam Lomba Desain Motif Sasirangan Tahun 2026. Dari puluhan karya tersebut, satu motif terbaik akan dipilih menjadi Motif Resmi Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Lomba yang digagas Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs) Tala bersama Dekranasda ini tidak sekedar ajang kompetisi. Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong pemanfaatan sasirangan sebagai produk unggulan daerah yang bernilai ekonomi.

Ketua Gekrafs Tala, Aditya Agung Laksono, mengatakan motif yang terpilih nantinya akan digunakan secara luas, baik dalam kegiatan resmi pemerintah maupun produk fesyen. Hal ini dinilai bisa membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

“Ketika satu motif digunakan secara massal, otomatis akan menggerakkan banyak sektor, mulai dari perajin kain hingga pelaku UMKM,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Ia menilai, dampak ekonomi dari satu motif bisa cukup besar karena melibatkan banyak tahapan produksi, seperti desain, pembuatan kain, hingga penjahitan.

Sementara itu, Ketua panitia, Syaifullah menambahkan seluruh proses lomba dilakukan secara terbuka. Para peserta telah mengikuti technical meeting pada 12 Juli 2026 untuk memahami aturan dan mekanisme lomba.

Selanjutnya, pengumpulan karya dijadwalkan pada 5-13 Agustus 2026. Penilaian oleh dewan juri akan dilakukan pada 21 Agustus 2026, bertepatan dengan rangkaian Pekan Raya Kemerdekaan.

Menurut Syaifullah, juri yang dilibatkan memiliki keahlian di bidang sasirangan sehingga hasil penilaian diharapkan objektif dan berkualitas.

“Harapannya, lomba ini tidak hanya menghasilkan motif baru, tetapi juga mendorong desainer muda terus berinovasi tanpa meninggalkan ciri khas lokal,” katanya. 

Editor : Arif Subekti
desain motif sasirangan bersaing menjadi yang terbaik lomba Tanah Laut