Efisiensi Anggaran, Perpusnas Hentikan Bantuan Buku ! Literasi Desa di HST Kena Imbas

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 10:59 WIB
EFISIENSI: Perpustakaan di HST terkena imbas penghentian bantuan buku oleh Perpusnas.
EFISIENSI: Perpustakaan di HST terkena imbas penghentian bantuan buku oleh Perpusnas.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI - Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat berdampak pada sektor literasi. Program Bantuan Buku Bermutu dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dipastikan tidak dilaksanakan pada 2026, sehingga sejumlah perpustakaan desa dan perpustakaan khusus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) gagal memperoleh tambahan koleksi bacaan.

Padahal, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan HST sebelumnya telah mengusulkan sejumlah perpustakaan yang memenuhi persyaratan sebagai calon penerima bantuan.

Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan HST, Rino, mengatakan program tersebut selama ini rutin digelar setiap tahun dan menjadi salah satu penopang utama pengembangan koleksi perpustakaan desa.

"Program bantuan buku bermutu dari Perpusnas ini biasanya rutin setiap tahun. Kami sudah menyiapkan perpustakaan desa maupun perpustakaan khusus yang memenuhi syarat untuk diusulkan sebagai penerima bantuan," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Menurut Rino, setiap perpustakaan yang lolos seleksi biasanya menerima sekitar 1.000 eksemplar buku lengkap dengan rak penyimpanan. Bantuan itu sangat membantu, terutama bagi perpustakaan desa yang belum mampu mengalokasikan anggaran untuk membeli koleksi buku secara mandiri.

Ia menjelaskan, perpustakaan yang diusulkan harus memiliki pengelola aktif, administrasi lengkap, serta Nomor Pokok Perpustakaan (NPP). Selain perpustakaan desa dan kelurahan, program tersebut juga menyasar perpustakaan khusus, seperti yang berada di rumah ibadah maupun instansi pemerintah.

Namun, harapan tersebut sirna setelah Perpusnas menghentikan sementara program akibat kebijakan efisiensi anggaran.

"Kami cukup terkejut karena perpustakaan desa yang sudah kami siapkan tahun lalu berharap mendapat bantuan tahun ini, ternyata tidak jadi. Padahal bantuan itu sangat bermanfaat untuk pengembangan perpustakaan desa dan kemajuan literasi masyarakat," katanya.

Rino menilai penghentian program tersebut cukup berdampak karena masih banyak perpustakaan desa yang bergantung pada bantuan pemerintah pusat untuk memperkaya koleksi bacaan. Tanpa dukungan itu, pengembangan layanan perpustakaan diperkirakan berjalan lebih lambat.

Saat ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan HST hanya mengandalkan pengadaan koleksi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Perpustakaan daerah HST sendiri kini memiliki sekitar 25 ribu eksemplar buku dengan lebih dari 13 ribu judul yang telah terdata dalam aplikasi Integrated Library System (INLIS). Koleksi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari agama, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga sastra untuk pembaca anak-anak, remaja, dan dewasa.

Meski demikian, Rino berharap Program Bantuan Buku Bermutu dari Perpusnas dapat kembali dilaksanakan pada tahun depan agar pengembangan perpustakaan desa dan peningkatan budaya literasi masyarakat tidak terhambat.

"Mudah-mudahan tahun depan program ini bisa kembali berjalan karena manfaatnya sangat besar bagi perpustakaan desa yang belum mampu menambah koleksi secara mandiri," pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
Perpusnas efisiensi anggaran bantuan buku HST