Api Hanguskan Dua Hektare Semak Belukar di Binuang, Padam Setelah Empat Jam

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 16:56 WIB

 

PADAMKAN: Personel gabungan memadamkan kebakaran semak belukar seluas sekitar dua hektare di Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Senin (20/7/2026). (Foto: Pusdalops BPBD Tapin)
PADAMKAN: Personel gabungan memadamkan kebakaran semak belukar seluas sekitar dua hektare di Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Senin (20/7/2026). (Foto: Pusdalops BPBD Tapin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,  Rantau – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Tapin. Kali ini, api melalap sekitar dua hektare semak belukar di Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang, Senin (20/7/2026).

 

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.30 Wita. Tim gabungan berjibaku memadamkan kobaran api selama empat jam hingga akhirnya seluruh titik api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 Wita.

Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan.

Tim Gabungan Bergerak Cepat

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin Muhammad Nor mengatakan, setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tapin bersama personel Posko Gabungan, TNI, Polri, serta relawan BARATA dan SAPAT langsung menuju lokasi.

Petugas menggunakan dua unit portable tangki pemadam untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan sekitar.

"Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar dua hektare dengan jenis lahan berupa semak belukar. Penyebab kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui," ujarnya.

Upaya pemadaman berlangsung cukup intensif hingga akhirnya seluruh titik api berhasil dipadamkan.

"Alhamdulillah, seluruh titik api berhasil dipadamkan. Saat ini kondisi di lokasi sudah aman dan tidak ditemukan lagi titik api yang aktif," katanya.

Berdasarkan data BPBD Tapin, lokasi kebakaran berada pada titik koordinat 3,1498 Lintang Selatan dan 115,0404 Bujur Timur.

BPBD Ingatkan Warga Tidak Membakar Lahan

Muhammad Nor mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi cuaca yang mulai kering meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah munculnya titik api baru dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Kami mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan maupun lahan. Pencegahan menjadi langkah terbaik agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," pungkasnya. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
karhutla Binuang kebakaran lahan Tapin semak belukar terbakar karhutla kalimantan selatan BPBD Tapin