Puncak Kemarau, Lampihong dan Batumandi Masuk Zona Waspada Karhutla

M Dirga • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 13:34 WIB
SIAGA KARHUTLA: Menjelang masuknya puncak musim kemarau pada akhir Juli ini, BPBD Balangan memfokuskan pengawasan karhutla di lahan gambut Kecamatan Lampihong dan Batumandi. (El untuk Radar Banjarmasin)
SIAGA KARHUTLA: Menjelang masuknya puncak musim kemarau pada akhir Juli ini, BPBD Balangan memfokuskan pengawasan karhutla di lahan gambut Kecamatan Lampihong dan Batumandi. (El untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Meski sebagian wilayah di Kabupaten Balangan sempat dinaungi cuaca berawan dan sempat diguyur hujan lokal dalam beberapa hari terakhir, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) rupanya belum sepenuhnya mereda.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan justru meminta seluruh elemen untuk makin meningkatkan kesiapsiagaan. Pasalnya, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada akhir Juli ini hingga September mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi menegaskan bahwa cuaca panas terik yang mulai mendominasi belakangan ini harus disikapi dengan kewaspadaan tingkat tinggi.

"Saat ini kondisi cuaca kelihatannya harus diwaspadai. Kita tingkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi musim kemarau karena dampaknya cuaca menjadi cukup panas. Kita berharap dengan kondisi cuaca berawan ini situasi bisa tetap stabil dan terkendali," ujar Rahmi.

Terkait sebaran titik api, Rahmi membeberkan bahwa pihaknya setiap hari terus memantau pergerakan hotspot. Pemantauan ini dilakukan secara ketat merujuk pada laporan harian dari BMKG maupun satelit pantauan milik Kementerian Kehutanan.

Ia tak menampik bahwa titik api sudah mulai bermunculan di wilayah Balangan. Namun, ia memastikan jumlahnya saat ini tidak terlalu masif dan masih dalam kendali penuh tim gabungan di lapangan.

Guna mengantisipasi eskalasi jelang puncak kemarau, BPBD Balangan kini memberikan pengawasan ekstra untuk dua wilayah, yakni Kecamatan Lampihong dan Batumandi. Perhatian khusus diberikan karena kedua kecamatan tersebut memiliki sebaran lahan gambut yang sangat rentan memicu kebakaran besar.

Menyoal strategi penanganan, Rahmi menyebut operasi tim di lapangan masih terus berkoordinasi dan tegak lurus pada arahan Gubernur Kalsel serta BPBD Provinsi.

"Masing-masing kabupaten saat ini sudah didirikan posko lapangan yang terhubung langsung dengan posko induk di Kalsel. Untuk di Balangan sendiri, poskonya berada di kantor BPBD dan siap siaga beroperasi selama 24 jam," urainya.

Rahmi meminta warga ikut mengambil peran aktif dalam mencegah munculnya titik api baru di lingkungan masing-masing.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menunda pembukaan lahan dengan cara dibakar, apalagi di area yang dekat dengan lahan gambut dan semak belukar kering. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan jika melihat ada kepulan asap sekecil apa pun, segera laporkan ke posko kami agar bisa langsung ditangani sebelum membesar," pesannya.

 

 

Editor : Sutrisno
karhutla BPBD Balangan