RADARBANJARMASIN.JAWAPOS., Banjarbaru – Komitmen PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik BBSO dalam mendukung pelestarian lingkungan terus berlanjut. Bersama Kelurahan Guntung Paikat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, perusahaan menggelar Pelatihan Program Kampung Iklim (ProKlim) dan Kader Lingkungan di Aula Kelurahan Guntung Paikat, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal mempersiapkan RW 04 Kelurahan Guntung Paikat sebagai kawasan percontohan (pilot project) Program Kampung Iklim sekaligus membentuk kader lingkungan yang mampu menggerakkan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.
Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi mengapresiasi dukungan PT PAMA yang selama ini aktif mendampingi masyarakat dalam berbagai program lingkungan.
Menurutnya, ProKlim bukan sekadar program penghijauan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim melalui berbagai aksi nyata.
"Kami sangat berterima kasih kepada PT PAMA yang mendukung penuh Program Kampung Iklim di RW 04. Semoga melalui pelatihan ini masyarakat memahami apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi perubahan iklim serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Reza menjelaskan, berbagai program telah dijalankan di wilayahnya, mulai dari pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan, pengelolaan distribusi air bagi tanaman warga, hingga penguatan pengelolaan sampah rumah tangga agar volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) dapat terus ditekan.
Ia menyebut RW 04 dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki enam RT yang dinilai siap menjadi model pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
BBSO Head PT Pamapersada Nusantara Arif Cahyadi mengatakan Program Kampung Iklim merupakan upaya membangun budaya masyarakat agar lebih siap menghadapi perubahan iklim melalui aksi-aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten.
"Program ini bukan sekadar mengejar penilaian atau penghargaan, tetapi bagaimana membentuk budaya peduli lingkungan yang manfaatnya kembali kepada masyarakat. Hal-hal kecil seperti mengelola sampah rumah tangga atau memanfaatkan pekarangan jika dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi lingkungan," katanya.
Arif menjelaskan, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) pilar lingkungan, PAMA memilih Kelurahan Guntung Paikat karena memiliki potensi besar untuk mengembangkan ProKlim.
Karena itu, PAMA bersama DLH Kota Banjarbaru memberikan pendampingan, pelatihan, serta berbagai dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami ingin masyarakat memahami terlebih dahulu apa itu ProKlim sehingga implementasinya di lapangan dapat berjalan optimal. Ke depan kami akan terus melihat kebutuhan masyarakat, baik dalam bentuk pelatihan, infrastruktur, maupun program lain yang mendukung keberhasilan ProKlim," jelasnya.
Ia juga menilai keberadaan local champion atau tokoh penggerak lingkungan menjadi modal penting agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan ProKlim yang ditargetkan meraih predikat Lestari pada 2027.
"Kami memiliki waktu sekitar enam hingga delapan bulan untuk mempersiapkan seluruh indikator penilaian. Dukungan PT PAMA menjadi energi besar agar masyarakat terbiasa mengelola lingkungan, mulai dari ketahanan pangan, pemilahan sampah hingga berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim," katanya.
Melalui sinergi tersebut, Kelurahan Guntung Paikat diharapkan mampu menjadi kawasan percontohan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Kota Banjarbaru sekaligus menginspirasi wilayah lain dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Editor : Nurhidayat