RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI - Perum Bulog Cabang Pembantu Hulu Sungai Tengah (HST) memastikan persediaan beras di gudang dalam kondisi aman. Hingga 15 Juli 2026, total stok yang tersedia mencapai 6.610 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Banua Enam selama lebih dari delapan bulan apabila program bantuan pangan tidak disalurkan.
Kepala Bulog HST, Muhammad Riza Wahyudi Al-Akram, mengatakan stok tersebut terdiri atas 3.110 ton beras yang telah tersedia di gudang, ditambah sekitar 3.500 ton yang berasal dari pengadaan lokal dan beras yang masih dalam proses pengiriman.
"Kalau bantuan pangan tidak berjalan, stok kami diperkirakan cukup untuk lebih dari delapan bulan. Namun jika program bantuan pangan kembali disalurkan, ketahanan stok sekitar tiga setengah bulan," ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog HST juga terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani.
Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi pengadaan setara beras telah mencapai 4.011 ton atau 42,93 persen dari target tahun ini yang dipatok sebesar 9.345 ton.
Capaian tersebut melampaui realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat 3.875 ton. Bahkan, angka itu hampir menyamai total pengadaan sepanjang 2025 yang mencapai 4.287 ton.
Riza optimistis target pengadaan tahun ini dapat tercapai. Pasalnya, masih terdapat potensi panen di kawasan sawah lebak, terutama di wilayah Kayu Rabah dan Sungai Buluh, yang diperkirakan menjadi penopang utama penyerapan beras selama musim kemarau.
"Insya Allah kami optimistis karena masih ada potensi panen di wilayah sawah lebak yang akan kami serap," katanya.
Editor : Eddy Hardiyanto