RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mencatat sebanyak 342 titik api (hotspot) terdeteksi di wilayah HSS hingga pertengahan Juli 2026. Berdasarkan hasil pemantauan melalui aplikasi Sipongi+, sebagian besar hotspot berada di kawasan pertambangan.
Kepala Pelaksana BPBD HSS, Ika Aguspiannor Hidayatullah, mengatakan titik api tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang (medium confidence).
"Dari total 342 titik api, sebanyak 44 titik berada di Kecamatan Padang Batung dan 268 titik di Kecamatan Sungai Raya. Seluruhnya berada di area pertambangan," ujarnya saat Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kamis (16/7/2026).
Menurut Ika, hasil koordinasi dengan pihak perusahaan menunjukkan hotspot yang muncul di kawasan pertambangan diduga berasal dari stockpile, yakni area penumpukan sementara batu bara sebelum diproses atau dikirim ke konsumen.
Meski demikian, pihak perusahaan disebut telah menyatakan komitmennya untuk menekan kemunculan titik api di area operasional mereka.
"Setelah berdiskusi dengan perusahaan tambang, mereka berkomitmen meminimalkan kemunculan hotspot di kawasan tersebut," katanya.
Selain memantau titik api, BPBD HSS juga mencatat telah terjadi lima kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026.
Akibat kejadian tersebut, total lahan yang terbakar mencapai 5,46 hektare.
"Hingga 16 Juli 2026, telah tercatat lima kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 5,46 hektare," pungkas Ika.
BPBD HSS terus meningkatkan pemantauan titik api serta memperkuat koordinasi dengan perusahaan, pemerintah daerah, dan instansi terkait sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada September mendatang.
Editor : Eddy Hardiyanto