Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BPBD Tapin Siapkan 20 Tandon Air, Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Rasidi Fadli • Kamis, 16 Juli 2026 | 15:02 WIB
BERI KETERANGAN: Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor memberikan penjelasan terkait kesiapsiagaan dalam musim kemarau ini.
BERI KETERANGAN: Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor memberikan penjelasan terkait kesiapsiagaan dalam musim kemarau ini.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Tapin. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih ke desa-desa yang mulai mengalami krisis air.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 20 unit tandon air berkapasitas sekitar 1.500 liter lengkap dengan dudukannya untuk mendukung distribusi bantuan kepada masyarakat.

"BPBD Kabupaten Tapin menyediakan 20 tandon lengkap dengan dudukannya. Kapasitas masing-masing sekitar 1.500 liter," ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Selain itu, BPBD juga menyiagakan tiga unit mobil tangki yang mengambil pasokan air dari PDAM untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.

Menurut Muhammad Nor, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat maupun pemerintah desa agar distribusi tepat sasaran.

"Biasanya masyarakat atau aparat desa melapor kepada kami. Setelah itu kami langsung menyalurkan bantuan menggunakan mobil tangki yang mengambil air dari PDAM," katanya.

Saat ini, BPBD menerima laporan krisis air bersih di Desa Budi Mulya dan Desa Bitahan Baru. Kedua desa tersebut menjadi prioritas penyaluran bantuan.

"Insya Allah hari ini wilayah Bitahan Baru dan Budi Mulya akan kami distribusikan bantuan air bersih. Saat ini masih berkoordinasi dengan aparat desa," jelasnya.

Sebelumnya, bantuan air bersih rutin disalurkan ke Desa Masta dan Desa Harapan Masa. Sementara itu, Desa Budi Mulya dan Desa Bitahan Baru baru mulai mengalami kekurangan air bersih dalam beberapa hari terakhir.

"Kalau Budi Mulya dan Bitahan Baru baru sekitar empat hari mengalami kekurangan air bersih. Selebihnya yang terdampak masih didominasi lahan pertanian," ungkapnya.

Di Desa Bitahan Baru, khususnya RT 2, kebutuhan air bersih warga terus meningkat. Meski telah menerima bantuan dari perusahaan tambang di sekitar wilayah tersebut, pasokannya dinilai masih belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sementara di Desa Budi Mulya, kemarau menyebabkan debit air sumur bor terus menurun. Kondisi itu memaksa warga melakukan pembagian air secara bergiliran di setiap RT.

BPBD Tapin mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar segera melapor melalui pemerintah desa atau langsung ke BPBD. Dengan begitu, bantuan dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Editor : Eddy Hardiyanto
Tandon Air BPBD Tapin kekeringan