Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hujan Makin Jarang, BMKG Sebut HSS Masuk Musim Kemarau hingga Oktober

M Padil Ihsan • Kamis, 16 Juli 2026 | 14:34 WIB
PANAS: Suasana musim kemarau di HSS.
PANAS: Suasana musim kemarau di HSS.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kalimantan Selatan memprediksi musim kemarau di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September, saat potensi hujan berada pada level paling rendah.

Prediksi tersebut disampaikan perwakilan BMKG Kalimantan Selatan, Khairullah, dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pendopo Bupati HSS, Kamis (16/7/2026).

"Selama Juli hingga Oktober 2026, potensi hujan di wilayah HSS sangat kecil. Bahkan hingga awal Juli, curah hujan dasarian masih didominasi kategori rendah," ujar Khairullah.

Berdasarkan data pemutakhiran BMKG, awal musim kemarau di Kalimantan Selatan berlangsung secara bertahap. Pada Mei 2026, sekitar 25 persen wilayah Kalsel telah memasuki musim kemarau, termasuk HSS bagian barat. Memasuki Juni, cakupannya meningkat menjadi 41,7 persen wilayah Kalsel, termasuk HSS bagian timur.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Curah hujan yang minim, ditambah kondisi lahan yang semakin kering, berpotensi memicu munculnya titik-titik api.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, hingga masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan di area kering.

BMKG memastikan pemantauan kondisi cuaca akan terus dilakukan sebagai dasar penyampaian informasi dan peringatan dini guna mengantisipasi potensi Karhutla selama musim kemarau.

Editor : Eddy Hardiyanto
musim kemarau HSS bmkg