RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin meningkatkan kewaspadaan setelah terdeteksi 17 titik panas (hotspot) di enam kecamatan, Rabu (15/7/2026). Pada hari yang sama, petugas juga berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 0,5 hektare di Kecamatan Tapin Utara.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor mengatakan, hasil pemantauan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) menunjukkan sebaran hotspot paling banyak berada di Kecamatan Tapin Selatan dengan enam titik.
Selanjutnya, Kecamatan Lokpaikat tercatat lima titik, Binuang dan Bungur masing-masing dua titik, serta Kecamatan Salam Babaris dan Candi Laras Utara masing-masing satu titik.
"Hotspot terus kami pantau sebagai langkah deteksi dini. Seluruh personel juga diminta meningkatkan kewaspadaan agar potensi kebakaran dapat segera ditangani," ujarnya.
Karhutla Terjadi di Tapin Utara
Di tengah meningkatnya jumlah titik panas, BPBD Tapin menerima laporan kebakaran hutan dan lahan sekitar pukul 12.50 Wita di Dusun Taibah, Kecamatan Tapin Utara.
Kebakaran menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan semak belukar. Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Menerima laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Posko Gabungan langsung bergerak ke lokasi dengan mengerahkan satu unit mobil tangki untuk melakukan pemadaman.
"Berkat penanganan cepat petugas, titik api berhasil dipadamkan sehingga api tidak sempat meluas ke area lainnya. Saat ini kondisi di lokasi sudah aman dan terkendali," kata Muhammad Nor.
Pemantauan Dilakukan Secara Berkelanjutan
Selain melakukan pemadaman di lapangan, Pusdalops-PB BPBD Tapin terus memantau perkembangan potensi bencana melalui jaringan radio komunikasi repeater VHF, layanan pesan singkat, dan WhatsApp. Sistem tersebut digunakan untuk memastikan setiap laporan dapat segera diterima dan ditindaklanjuti.
BPBD Tapin juga menginstruksikan seluruh personel TRC, satgas, operator Pusdalops, relawan, hingga masyarakat agar terus memantau berbagai potensi bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kejadian bencana lainnya agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan
Dengan kondisi cuaca yang masih cenderung kering dan munculnya sejumlah hotspot, BPBD Tapin kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Langkah pencegahan dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko meluasnya kebakaran, terutama saat potensi karhutla meningkat akibat musim kering. (*)
Editor : M. Ramli Arisno