Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Minat Pelajar Kandangan di Sektor Ini Tinggi

M Padil Ihsan • Rabu, 15 Juli 2026 | 14:07 WIB
Siswa Kelas XI Jurusan ATPH SMKN 2 Kandangan saat melakukan praktik bertani di sekolah Rabu (15/7/2026). (M Padil Ihsan / Radar Banjarmasin)
Siswa Kelas XI Jurusan ATPH SMKN 2 Kandangan saat melakukan praktik bertani di sekolah Rabu (15/7/2026). (M Padil Ihsan / Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Minat pelajar untuk menempuh pendidikan di Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMK Negeri 2 Kandangan terus menunjukkan tren positif. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, kuota yang disediakan langsung terpenuhi.

Jurusan ATPH merupakan program yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagai upaya mencetak regenerasi petani sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah. Program ini mulai dibuka pada tahun ajaran 2025 sebagai salah satu langkah pemerintah daerah menyiapkan sumber daya manusia di sektor pertanian sejak bangku sekolah.

Wakil Kepala SMKN 2 Kandangan Bidang Kesiswaan, Devi Mardiana Sari, mengatakan jumlah peminat jurusan ATPH tahun ini meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun pertama pembukaannya. 

"Tahun ini jumlah siswa yang masuk jurusan ATPH meningkat signifikan, sehingga kuota yang disediakan untuk satu kelas terpenuhi, yakni sebanyak 36 orang," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, saat pertama kali dibuka pada 2025, jurusan ATPH hanya menerima 23 siswa. Pada SPMB 2026, jumlah pendaftar meningkat hingga melebihi kapasitas satu rombongan belajar yang hanya tersedia untuk 36 siswa. Peningkatan itu menunjukkan jurusan yang tergolong baru tersebut mulai mendapat kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, sebagian besar siswa yang memilih ATPH memang memiliki kedekatan dengan dunia pertanian. Selain berasal dari keluarga petani, mereka juga melihat sektor pertanian masih memiliki peluang usaha dan lapangan pekerjaan yang menjanjikan. 

"Banyak siswa memilih jurusan ini karena memang sesuai dengan bidang yang mereka minati. Prospek di sektor pertanian juga dinilai cukup jelas. Sebagian besar siswa yang masuk berasal dari keluarga petani," ungkapnya.

Seiring bertambahnya jumlah peserta didik, sekolah berharap dukungan terhadap jurusan ATPH juga terus ditingkatkan. Saat ini tenaga pendidik yang tersedia sebagian masih berstatus PPPK Paruh Waktu, sementara kebutuhan guru dan fasilitas praktik diperkirakan akan terus bertambah seiring hadirnya angkatan baru setiap tahun.

"Tenaga pendidik yang ada saat ini merupakan PPPK Paruh Waktu. Harapannya ke depan ada tambahan guru berstatus PNS. Selain itu, sarana dan prasarana praktik juga perlu dilengkapi agar pembelajaran siswa ATPH semakin maksimal dengan dukungan dari pemerintah daerah," katanya.

Meningkatnya minat pelajar memilih jurusan pertanian ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam menyiapkan regenerasi petani. Pemerintah menilai keberlanjutan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada perluasan lahan maupun peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada hadirnya generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang tersebut.

Bupati Hulu Sungai Selatan, Syafrudin Noor, mengatakan pembukaan jurusan ATPH merupakan salah satu langkah konkret untuk menarik minat generasi muda agar tidak meninggalkan sektor pertanian.

"Selain mengembangkan lahan pertanian, kita juga perlu menyiapkan regenerasi petani. Melalui jurusan agribisnis yang dibuka di sekolah ini, para siswa juga mendapatkan fasilitas pembebasan biaya SPP serta bantuan seragam sekolah," ujarnya.

Melalui dukungan tersebut, pemerintah daerah berharap semakin banyak lulusan yang tertarik mengembangkan sektor pertanian modern dan mampu menjadi penerus petani di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sehingga kebutuhan regenerasi di sektor ini dapat terus terpenuhi.

Editor : M Oscar Fraby
petani hulu sungai selatan spmb