RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), H Sahrujani menerima audiensi sembilan pasang finalis Nanang Galuh HSU 2026 di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026). Pertemuan berlangsung hangat sekaligus menjadi ajang motivasi bagi para generasi muda yang dipersiapkan sebagai duta budaya dan pariwisata daerah.
Dalam kesempatan itu, Sahrujani mengingatkan para finalis agar memanfaatkan kesempatan yang telah diraih dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, menjadi finalis Nanang Galuh merupakan peluang berharga yang tidak dimiliki semua orang.
"Kalian adalah anak-anak yang beruntung karena bisa berada pada posisi seperti sekarang ini. Teruslah berusaha, disiplin, dan jangan sia-siakan kesempatan ini," ujarnya.
Sahrujani juga membagikan kisah perjuangannya semasa muda. Ia mengaku sempat bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuatnya hanya mampu menempuh pendidikan hingga jenjang SMA.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar dan bekerja keras hingga dipercaya memimpin Kabupaten HSU.
"Dulu saya ingin seperti kalian, bisa kuliah dan mengembangkan diri. Namun, keadaan ekonomi keluarga tidak memungkinkan. Itu bukan alasan untuk menyerah. Terus belajar dari kehidupan dan bekerja keras," tuturnya.
Ia menegaskan, latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Kunci utamanya adalah memiliki tekad kuat, disiplin, kerja keras, dan selalu memohon pertolongan kepada Allah SWT.
"Tidak ada yang tidak mungkin selama kita memiliki niat baik, berusaha keras, disiplin, dan selalu berdoa. Insyaallah jalan menuju kesuksesan akan terbuka," pesannya.
Dalam sesi dialog, salah satu finalis, Galuh Halisa, menanyakan mengenai isu yang berkembang tentang penurunan eksistensi Itik Alabio.
Menanggapi hal tersebut, Sahrujani menegaskan Itik Alabio hingga kini tetap menjadi identitas sekaligus kebanggaan Kabupaten Hulu Sungai Utara.
"Itik Alabio itu tidak menurun. Di mana-mana orang tetap mengenalnya sebagai Itik Alabio. Itu sudah menjadi ikon Hulu Sungai Utara," tegasnya.
Menurut dia, pemerintah daerah terus memperkenalkan Itik Alabio hingga ke tingkat kementerian sebagai komoditas khas asal Amuntai. Bahkan, masyarakat HSU memiliki keahlian khusus dalam memilih bibit itik sejak masih berupa telur.
"Saya selalu menyampaikan di kementerian bahwa Itik Alabio berasal dari Kota Amuntai. Masyarakat kita juga memiliki kemampuan luar biasa mengenali calon bibit jantan dan betina sejak dari telur. Keahlian seperti ini tidak dimiliki semua daerah," katanya.
Sahrujani menambahkan, produksi Itik Alabio di HSU masih tergolong tinggi sehingga perlu terus dijaga dan dikembangkan sebagai salah satu potensi unggulan daerah.
Selain memiliki nilai ekonomi, telur Itik Alabio juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan gizi masyarakat. Karena itu, Pemkab HSU mendorong pemanfaatan telur itik dalam program percepatan penanganan stunting.
"Dalam program penanganan stunting, kami mendorong penggunaan telur itik karena kandungan proteinnya baik untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak," ujarnya.
Mengakhiri audiensi, Sahrujani berharap seluruh finalis Nanang Galuh HSU 2026 mampu menjadi generasi muda yang berprestasi sekaligus berperan aktif melestarikan budaya, mempromosikan potensi daerah, dan memperkenalkan berbagai keunggulan Kabupaten Hulu Sungai Utara kepada masyarakat luas.
Editor : Fauzan Ridhani