Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Petani Karet Tabalong Mengeluh, Ini Penyebabnya

Ibnu Dwi Wahyudi • Rabu, 15 Juli 2026 | 13:22 WIB
Petani karet di Tabalong saat menyadap pohon karet miliknya. (Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)
Petani karet di Tabalong saat menyadap pohon karet miliknya. (Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Harga getah karet di Kabupaten Tabalong mencapai Rp15 ribu per kilogram, Rabu (15/7/2026).

Meski cukup tinggi, namun para petani getah karet tetap mengeluh karena harga produksi kebunnya dibarengi dengan naiknya harga barang di pasaran dan kebutuhan lainnya.

Ditambah lagi, produksi hasil menyadap getah karet di musim kemarau sangat kurang dibanding musim penghujan. Mau tidak mau pendapatan mereka dari berkebun tidak optimal.

Purnama, salah seorang petani karet berharap harga getah karet bisa kembali naik, lebih dari Rp15 ribu perkilogram. "Kalau bisa naik lagi, soalnya harga barang di pasar mahal," ujarnya.

Ia mengaku, harga tersebut juga berangsur turun sepekan lalu kemarin, yang sebelumnya mencapai Rp17 ribu perkilogram. "Getahnya juga berkurang di musim kemarau," imbuhnya.

Ati, petani lainnya juga mengeluh perubahan harga karet yang tidak menentu di setiap pekannya. "Kemarin sempat turun jadi Rp15 ribu, hari ini kabarnya naik," terangnya.

Ia berharap harga karet di Tabalong terus naik untuk menutupi harga kebutuhan rumah tangga yang naik. "Jangan sampai turun. Kalau bisa bertahan, tapi kalau bisa naik," ujarnya.

Perkebunan karet di Tabalong saat ini masih menjadi primadona bagi warganya, pasalnya sebagian besar mereka mengandalkannya sebagai penghasilan utamanya.

Editor : M Oscar Fraby
Tabalong petani karet