RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Ketergantungan Bumi Sanggam terhadap sektor pertambangan batubara rupanya masih menjadi pekerjaan rumah. Tak ingin terus terlena dengan hasil bumi yang suatu saat bisa habis, pemerintah daerah kini mulai pasang kuda-kuda.
Menyongsong kerangka ekonomi tahun 2027, arah kebijakan Balangan akan perlahan digeser. Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi secara terbuka mengakui bahwa daerah tidak bisa selamanya menggantungkan urat nadi perekonomian pada pengerukan emas hitam.
Fauzi menegaskan, struktur ekonomi Balangan masih menghadapi tantangan berat karena terlalu bertumpu pada tambang. Oleh sebab itu, transisi menuju sektor-sektor yang lebih bisa diperbarui mutlak harus segera disiapkan.
"Kita tidak bisa menyangkal, ekonomi kita ke depan masih menghadapi tantangan struktural yang sama, yaitu sangat bergantung pada tambang batubara. Padahal hasil tambang ini sifatnya ekstraktif. Makanya, upaya memperkuat sektor di luar tambang sudah menjadi kebutuhan mendesak dan harus jadi prioritas berkelanjutan," urainya.
Pemerintah menyebutnya sebagai penguatan sektor non-ekstraktif dan penajaman kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pemerintah akan menyuntikkan energi lebih besar ke sektor-sektor kerakyatan. Pertanian, perkebunan, usaha mikro, dan peningkatan keahlian warga lokal akan digenjot agar bisa menjadi tulang punggung ekonomi yang baru.
Pemerintah Kabupaten Balangan bahkan telah mengunci tema khusus untuk pembangunan tahun 2027, yakni peningkatan perekonomian daerah yang merata dan berkelanjutan. Strategi utamanya adalah memaksimalkan aset-aset milik daerah dan menciptakan inovasi yang mempermudah pelayanan bagi masyarakat.
"Tema besar ini sengaja dirancang selaras dengan visi pemerintah pusat dan Pemprov Kalsel yang sama-sama ingin mendorong investasi unggulan tanpa merusak alam," tambahnya.
Melalui langkah mitigasi ekonomi sejak dini ini, Fauzi berharap masyarakat Balangan nantinya tidak akan kaget apalagi kehilangan mata pencaharian ketika cadangan batubara mulai menipis. Harapannya, roda ekonomi warga tetap berputar kencang, ditopang oleh kualitas SDM yang mumpuni dan sektor usaha lokal yang mandiri.
Editor : M Oscar Fraby