RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan membeberkan salah satu penyebab kembali amblas dan retaknya Jalan Veteran.
Fenomena alam saat memasuki musim kemarau menjadi salah satu pemicu rapuhnya struktur tanah di kawasan tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib menjelaskan bahwa posisi jalan yang berada persis di pinggir sungai membuatnya sangat rentan terhadap pola perubahan arus dan debit air.
Erosi atau gerusan air sungai secara terus-menerus mengikis fondasi bawah jalan.
Kondisi ini diperparah oleh siklus cuaca.
Saat musim hujan, pori-pori tanah di bawah jalan terisi penuh oleh air. Ketika memasuki awal musim kemarau, volume air di dalam tanah tersebut menyusut drastis dan mengering.
"Kondisi sekarang sudah mulai mau kemarau. Tanah yang biasanya terisi air itu sudah mengering, sehingga ikatan tanahnya berkurang dan langsung amblas saat dibebani kendaraan," ungkap Yasin saat dikonfirmasi, Rabu (15/7).
Yasin menambahkan, karakteristik tanah yang labil dan sensitif terhadap perubahan cuaca ini tidak hanya terjadi di Jalan Veteran Sungai Lulut.
Pola kerawanan serupa juga ditemukan di jalur pinggir sungai lainnya di Kalsel, seperti di daerah Lampihong, Kabupaten Balangan.
Mengingat penyebab utamanya adalah faktor alam dan posisi geografis jalan, penanganan sementara dinilai tidak akan bertahan lama.
Dinas PUPR Kalsel menegaskan bahwa satu-satunya solusi jangka panjang adalah rekonstruksi total secara permanen.
"Jangka panjangnya harus dibangun siring atau struktur pengaman pantai (PSAP) di sepanjang sisi sungai. Namun, penanganan permanen ini memerlukan pembebasan lahan karena di sana banyak aktivitas perdagangan warga," jelasnya.
Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah akibat beban kendaraan, PUPR Kalsel kini tengah berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas untuk menutup total jalan tersebut selama tiga minggu hingga satu bulan guna melakukan penguatan tanah darurat menggunakan cerucuk galang dan geotekstil.
Editor : M Oscar Fraby