Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jalan Veteran Banjarmasin Amblas, Dinas PUPR Kalsel Siapkan Penanganan Komprehensif

Sheilla Farazela • Rabu, 15 Juli 2026 | 11:47 WIB
AMBLAS: Jalan Veteran Sungai Lulut yang amblas dengan lalu lintas yang cukup padat (Zulvan/Radar Banjarmasin)
AMBLAS: Jalan Veteran Sungai Lulut yang amblas dengan lalu lintas yang cukup padat (Zulvan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Badan Jalan Veteran, Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin, dekat Jembatan Sungai Gardu amblas pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 03.30 Wita. 

Pantauan Radar Banjarmasin di lapangan terjadi penurunan tanah yang semakin parah.

Jika sehari sebelumnya hanya tampak retakan memanjang, kini separuh ruas jalan telah ambles hingga membentuk lubang menganga dengan kedalaman mencapai 50 sentimeter.

Lapisan aspal di sisi tengah terlihat menggantung dan material tanah di bawahnya terbuka lebar akibat kehilangan penyangga.

Zaky, warga yang rumahnya tepat berada di depan lokasi kejadian, mengaku telah melihat perubahan kondisi jalan sejak beberapa hari lalu. Awalnya, permukaan jalan hanya mengalami retakan dan terlihat menggembung.

"Kurang lebih sudah seminggu retaknya muncul. Senin kemarin retaknya semakin besar dan badan jalannya makin miring. Tadi subuh sekitar pukul 03.30 Wita baru benar-benar ambles," ujarnya.

Menurutnya, warga sempat khawatir melihat kondisi jalan yang terus memburuk. Mereka berharap pemerintah segera melakukan penanganan karena ruas tersebut merupakan jalur yang cukup padat dilalui kendaraan setiap hari.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satlantas Polresta Banjarmasin langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk mengamankan kawasan sekaligus mengatur arus kendaraan.

Kasat Lantas Polresta Banjarmasin AKP Embang Pramono mengatakan, pihaknya bergerak cepat agar lalu lintas tetap berjalan lancar meski sebagian badan jalan ambles.

"Personel langsung kami turunkan ke lokasi ambruknya Jalan Veteran Km 5,5 di kawasan Sungai Gardu, Kelurahan Sungai Lulut. Kami melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas untuk memperlancar arus kendaraan serta mengantisipasi terjadinya kemacetan maupun kecelakaan," katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan petugas di lapangan, mengurangi kecepatan saat melintasi lokasi, serta menggunakan jalur alternatif apabila diperlukan hingga penanganan jalan selesai dilakukan.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan (Kalsel) bergerak cepat menangani  jalan amblas tersebut. 

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib, menjelaskan bahwa langkah tanggap darurat berupa pengaspalan ulang (overlay) dan perbaikan lapis pondasi agregat terus digenjot agar arus logistik tidak terputus. 

Namun, ia menyadari penanganan kilat tersebut tidak akan bertahan lama jika akar masalah ketidakstabilan tanah belum diselesaikan secara menyeluruh.

"Karena penyebab utama penurunan belum ditangani secara komprehensif, kerusakan berpotensi muncul kembali. Oleh karena itu, kami langsung menyiapkan rekomendasi tindak lanjut untuk penanganan yang lebih permanen," ujarnya.

Guna menyelesaikan persoalan ini secara tuntas, Dinas PUPR Kalsel menerapkan tiga tahapan krusial yang berjalan secara paralel.

Langkah pertama diawali dengan tanggap darurat dan keselamatan melalui pemasangan rambu peringatan, traffic cone, serta barrier di titik amblesan. 

Yasin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil langkah ekstrem jika pergerakan tanah di lokasi tersebut semakin membahayakan pengguna jalan.

"Apabila terjadi perkembangan retakan atau penurunan yang signifikan, dilakukan pembatasan beban kendaraan berat atau penutupan sebagian lajur hingga kondisi dinyatakan aman," tegas Yasin.

Bersamaan dengan pengamanan jalur, tahapan kedua berupa investigasi geoteknik mendalam juga langsung berjalan.

Tim ahli geoteknik telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemetaan dimensi retakan, pengujian struktur lewat test pit dan core drill, serta uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP).

Jika diperlukan, penyelidikan tanah lewat metode boring/SPT juga disiapkan guna mendeteksi daya dukung tanah dasar secara akurat sebelum masuk ke tahapan ketiga, yaitu eksekusi konstruksi permanen.

Pada tahap konstruksi permanen kelak, area yang ambles akan dibongkar total hingga mencapai lapisan stabil untuk kemudian diperkuat menggunakan material pilihan atau teknologi geosintetik seperti geotekstil dan geogrid.

Yasin mengungkapkan, jika hasil investigasi membuktikan ketidakstabilan tanah dipicu oleh arus sungai di sekitar jalur tersebut, pihaknya akan membangun struktur pengaman kokoh seperti sheet pile, bronjong, atau dinding penahan tanah.

Bahkan, rencana penggunaan sistem pile slab atau struktur pelat injak yang ditopang tiang pancang sebenarnya telah dipertimbangkan sejak awal sebagai solusi jangka panjang yang paling ideal. 

Kendati demikian, Yasin mengakui ada tantangan berat yang harus dihadapi timnya di lapangan dalam mengeksekusi proyek permanen ini karena kondisi lingkungan permukiman yang sangat padat.

"Pelaksanaannya belum memungkinkan karena keterbatasan ruang kerja, padatnya permukiman di bantaran sungai, serta tingginya volume lalu lintas pada ruas tersebut. Kondisi tersebut menyebabkan mobilisasi alat berat dan pelaksanaan konstruksi menjadi sangat terbatas serta berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan," terangnya secara rinci.

Oleh karena itu, Yasin menambahkan bahwa pelaksanaan penanganan permanen ini memerlukan kajian teknis yang jauh lebih mendalam serta rekayasa lalu lintas yang matang agar dapat dilaksanakan dengan aman dan efektif.  

Sembari mematangkan skenario rekayasa tersebut, PUPR Kalsel kini memperketat monitoring berkala, termasuk melakukan pengukuran elevasi (settlement monitoring) pada titik-titik amblesan guna memastikan pergerakan tanah tetap dalam pantauan ketat.
 
Editor : Sutrisno
jalan amblas banjarmasin Kalsel