RADARBANJARMASINJAWAPOS.COM, Banjarbaru– Tim dosen Poltekkes Kemenkes Banjarmasin memperkuat kapasitas kader kesehatan dalam mendampingi pasien diabetes melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) bertajuk “Peningkatan Resiliensi Pasien Diabetes Melalui Peningkatan Support System Keluarga”. Kegiatan yang digelar di Kelurahan Kemuning dan Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, ini menjadi upaya meningkatkan peran keluarga dan masyarakat dalam pengelolaan penyakit diabetes.
Program tersebut dipimpin Dr. Endang Sri P. Ningsih, M.Kep., Sp.MB., bersama tim dosen Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Kegiatan diwujudkan dalam bentuk pelatihan kader kesehatan agar mampu memberikan pendampingan kepada pasien diabetes serta keluarganya di lingkungan masing-masing.
Pelatihan berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan di Kelurahan Kemuning pada 17–18 Juni 2026, sedangkan gelombang kedua digelar di Kelurahan Guntung Paikat pada 24–25 Juni 2026.
Sebanyak 50 kader kesehatan mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 25 kader dari masing-masing kelurahan. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait konsep dasar diabetes, manajemen diri pasien, pengelolaan aktivitas fisik, pola makan, dukungan sosial, hingga deteksi dini komplikasi seperti stroke.
Dr. Endang Sri P. Ningsih menjelaskan, diabetes merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang dan tidak hanya bergantung pada pengobatan medis. Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam membantu pasien menjalani pola hidup sehat dan mengontrol kondisi penyakitnya.
“Pendampingan pasien diabetes membutuhkan dukungan yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga keluarga, lingkungan sosial, dan psikologis pasien,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan materi pengelolaan diet diabetes dari ahli gizi Dr. Meila serta materi psikologis melalui pendekatan Mindfulness and Acceptance-Based Intervention (MA). Pendekatan ini bertujuan membantu pasien diabetes memiliki kemampuan menerima kondisi penyakit dan menjaga kesehatan mental.
Selain materi, para kader juga mengikuti simulasi praktik pendampingan pasien. Kegiatan ini dirancang agar kader tidak hanya memahami teori, tetapi memiliki keterampilan yang dapat diterapkan langsung saat mendampingi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin berharap terbentuk sistem dukungan keluarga yang lebih kuat bagi pasien diabetes, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Banjarbaru Selatan