Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Antisipasi Kekeringan Jelang Puncak Kemarau, Dinas PUPR Kalsel Cek Saluran Irigasi

Sutrisno • Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10 WIB
MENGECEK: Tim Dinas PUPR Kalsel mengecek saluran irigasi dan ketersediaan air menjelang puncak musim kemarau. 
(DINAS PUPR KALSEL) 
MENGECEK: Tim Dinas PUPR Kalsel mengecek saluran irigasi dan ketersediaan air menjelang puncak musim kemarau.  (DINAS PUPR KALSEL) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel memperkuat berbagai langkah  untuk menghadapi puncak musim kemarau yang kemungkinan terjadi pada Agustus 2026.

Fokus utamanya yakni pengamanan ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian serta menjaga pasokan air baku agar tetap mencukupi di sejumlah wilayah.

Mewakili Kepala Dinas PUPR Kalsel Yasin Toyib, Kasi Irigasi dan Air Baku Bidang SDA, Herry Ade Permana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi melalui Komisi Irigasi untuk menyusun strategi mitigasi menghadapi potensi dampak musim kemarau.

“Untuk mendukung ketahanan pangan, kami telah melakukan sosialisasi kepada para petani agar mempercepat masa tanam sebelum puncak kemarau tiba. Selain itu, juga telah mempersiapkan sejumlah infrastruktur irigasi,” katanya. 

Selain itu, Dinas PUPR Kalsel juga telah menyusun konsep penanganan kawasan rawan kekeringan berdasarkan hasil kajian bersama Universitas Brawijaya.

Kajian tersebut menghasilkan pola penanganan yang membagi ke dalam beberapa zona sesuai karakteristik wilayah, sehingga penanganannya dapat secara lebih tepat sasaran.

Pengalaman menghadapi fenomena El Nino pada 2023 silam menjadi pelajaran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Sejumlah pekerjaan fisik telah berjalan, mulai dari pembangunan bangunan pengendali air, rehabilitasi saluran irigasi, hingga normalisasi atau pendalaman saluran yang rutin setiap tahun.

Selain itu, Dinas PUPR Kalsel juga melakukan pengaturan operasional pintu air untuk mempertahankan cadangan air di daerah irigasi.

“Ada beberapa pintu air yang tutup permanen untuk mempertahankan cadangan air. Sementara di lokasi tertentu tinggi balok pintu air menyesuaikan agar debit air tetap terjaga dan dapat mengurangi risiko kekeringan,” jelas Herry.

Editor : Arief
kalimantan selatan irigasi kemarau PUPR Kalsel kekeringan