RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru- Gerakan bersepeda di Kotabaru tak lagi sekadar tren musiman yang digawangi anak muda, komunitas sepeda di Bumi Saijaan kini mulai gencar turun ke jalan lewat aksi Critical Mass.
Misi mereka adalah mengedukasi warga, menekan polusi, dan menagih komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan jalur sepeda yang aman.
Perwakilan Komunitas Sepeda Kotabaru, Akhmad Syarkani, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat untuk turun ke jalan dengan roda dua tanpa mesin terus menunjukkan tren positif.
Aktivitas berkumpul dan mengaspal bersama pun rutin digelar demi menjaga kekompakan dan chemistry antar pesepeda.
Menariknya, mayoritas pencinta olahraga kayuh di dalam komunitas ini didominasi oleh darah muda.
Anggotanya rata-rata berada di rentang usia produktif, mulai dari remaja berumur 16 tahun hingga pemuda berusia 35 tahunan. Sebuah regenerasi positif dalam dunia olahraga rekreasi lokal.
"Pesepeda di Kotabaru makin ramai. Biasanya kami rutin menggelar kegiatan bersepeda bersama di hari Rabu atau pertengahan pekan, yang biasa kami sebut Rabo-Rabo," ujar Syarkani saat diwawancarai Radar Banjarmasin.
Suasana kota pun menjadi kian semarak dan estetik saat para pesepeda ini turun ke jalan pada malam hari.
Kehadiran mereka langsung menarik perhatian warga karena sepeda yang mereka kayuh tampak menyala di kegelapan, dihiasi lampu kelap-kelip yang terpasang di berbagai sudut sepeda.
Namun, mereka tak hanya sekedar mencari keringat atau ajang kumpul-kumpul di pertengahan pekan. Komunitas ini juga memiliki agenda besar bulanan yang rutin dikeluarkan.
Mereka kerap menggelar Critical Mass, sebuah aksi bersepeda massal yang diadakan setiap hari Jumat terakhir di penghujung bulan.
Syarkani menegaskan bahwa gerakan Critical Mass ini bukan sekadar konvoi sepeda biasa untuk mencari kesenangan jalanan. Lebih dari itu, aksi turun ke jalan ini membawa misi penting dan pesan edukasi, baik bagi masyarakat luas maupun kerangka kebijakan pemerintah daerah.
Aksi massal tersebut utamanya bertujuan untuk menyuarakan hak-hak para pesepeda di jalan raya agar lebih dihargai oleh pengguna jalan lain. Selain itu, mereka juga aktif mengampanyekan penggunaan transportasi ramah lingkungan demi menekan polusi udara di perkotaan.
Melalui gerakan ini, komunitas sepeda Kotabaru juga mengetuk perhatian dari pemerintah daerah.
“Kami berharap pemerintah bisa memberikan support nyata, salah satunya dengan segera menyediakan infrastruktur jalan atau bike lane yang aman dan representatif bagi para pesepeda,” tutupnya.
Editor : Sutrisno