RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus dikebut. Dari target 43 unit, hingga pertengahan Juli 2026 baru 28 koperasi yang mulai dibangun. Sejumlah di antaranya bahkan telah rampung 100 persen.
Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Disnakerkop UKMP HSS, M. Afif Bizri, mengatakan lokasi pembangunan tersebar di berbagai desa dengan status kepemilikan lahan yang beragam.
Sebanyak 18 gerai dibangun di atas tanah milik desa, satu gerai berdiri di atas lahan hibah masyarakat, delapan gerai memanfaatkan tanah milik pemerintah daerah, dan satu gerai berada di atas tanah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurut Afif, penyediaan lahan menjadi tantangan terbesar dalam percepatan pembangunan KDKMP. Tidak semua desa memiliki lahan yang memenuhi persyaratan dari PT Agrinas.
"Awalnya luas lahan yang disyaratkan mencapai 1.000 meter persegi, sekarang sudah diturunkan menjadi 600 meter persegi. Namun tetap saja hanya sedikit desa yang memiliki lahan datar dan siap bangun sesuai standar," ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Keterbatasan lahan membuat sejumlah KDKMP dibangun di lokasi yang cukup jauh dari permukiman warga, bahkan berada di ujung kampung hingga berbatasan dengan kawasan hutan.
Afif mengakui kondisi tersebut memunculkan anggapan bahwa lokasi pembangunan kurang strategis. Namun, seluruh titik yang diajukan telah melalui penilaian dan mendapat persetujuan dari PT Agrinas.
"Memang ada yang berada di ujung kampung. Mungkin menurut kita kurang strategis, tetapi lokasi tersebut dinilai masih layak dan strategis oleh PT Agrinas sehingga disetujui untuk dibangun," jelasnya.
Ia justru optimistis keberadaan koperasi akan memicu tumbuhnya pusat ekonomi baru. Salah satu contohnya berada di Kecamatan Telaga Langsat.
"Informasi dari masyarakat, di sekitar lokasi KDKMP nanti akan mulai dibangun rumah-rumah dan berbagai usaha baru. Ini menjadi peluang berkembangnya kawasan ekonomi baru," katanya.
Pandangan serupa disampaikan Komandan Kodim 1003 Kandangan, Letkol Inf Ading Priyotantoko. Menurutnya, lokasi pembangunan tidak akan menghambat target penyelesaian proyek.
"Justru keberadaan KDKMP berpotensi menciptakan multiplier effect yang mendorong pembangunan permukiman dan fasilitas pendukung di sekitarnya," tegasnya.
Ading menambahkan, fungsi KDKMP tidak hanya sebagai gerai penjualan. Koperasi tersebut juga dirancang menjadi pusat distribusi dan penyimpanan berbagai kebutuhan masyarakat.
"Koperasi ini merupakan koperasi modern. Selain gerai, juga dapat difungsikan sebagai gudang hasil panen, gudang pupuk, gudang gas elpiji, dan berbagai unit usaha lainnya," ujarnya.
Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan KDKMP di Hulu Sungai Selatan selesai pada Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Editor : Eddy Hardiyanto