Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Harga Cabai Anjlok Jadi Rp15 Ribu ! Petani Balangan Harapkan Solusi Pemerintah

M Dirga • Minggu, 12 Juli 2026 | 10:56 WIB
HARGA ANJLOK: Kebun cabai merah keriting milik petani di Kabupaten Balangan. Tingginya biaya perawatan tak sebanding dengan harga jual yang merosot hingga Rp15 ribu per kilogram akibat pasokan dari luar daerah.
HARGA ANJLOK: Kebun cabai merah keriting milik petani di Kabupaten Balangan. Tingginya biaya perawatan tak sebanding dengan harga jual yang merosot hingga Rp15 ribu per kilogram akibat pasokan dari luar daerah.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Para petani cabai merah keriting di Kabupaten Balangan tengah menghadapi masa sulit. Memasuki pertengahan Juli 2026, harga jual cabai di tingkat petani merosot tajam hingga hanya Rp15 ribu per kilogram, jauh di bawah biaya produksi.

Penurunan harga terjadi dalam waktu singkat. Pada Juni lalu, cabai merah keriting masih dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram. Memasuki awal Juli turun menjadi Rp35 ribu, sebelum akhirnya anjlok hingga Rp15 ribu per kilogram.

Salah seorang petani cabai di Balangan, Khairullah, mengatakan kondisi tersebut membuat para petani mengalami kerugian besar.

"Awalnya harga masih Rp40 ribu per kilogram. Awal Juli turun jadi Rp35 ribu dan sekarang tinggal Rp15 ribu per kilogram. Dengan harga seperti ini, kami jelas mengalami kerugian yang cukup besar," ujarnya, Minggu (12/7/2026).

Diduga Dipicu Melimpahnya Pasokan dari Luar Daerah

Berdasarkan informasi yang diterima para petani dari pengepul, anjloknya harga diduga dipengaruhi melimpahnya pasokan cabai dari luar daerah yang masuk ke pasar.

Akibatnya, harga cabai lokal ikut tertekan sehingga hasil panen petani sulit memberikan keuntungan.

Biaya Produksi Tak Tertutup

Khairullah menjelaskan, budidaya cabai membutuhkan modal yang tidak sedikit. Sejak masa tanam hingga panen, petani harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli plastik mulsa, pupuk, serta berbagai kebutuhan perawatan tanaman seperti pestisida, herbisida, dan fungisida.

Dengan harga jual hanya Rp15 ribu per kilogram, pendapatan petani dinilai tidak mampu menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan.

"Kondisi seperti ini tentu sangat memberatkan petani. Modal yang sudah kami keluarkan tidak kembali," katanya.

Petani Minta Pemerintah Turun Tangan

Para petani berharap pemerintah di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat segera mengambil langkah konkret untuk membantu menstabilkan harga cabai.

Mereka menilai perhatian pemerintah seharusnya tidak hanya diberikan ketika harga cabai melonjak dan memicu inflasi, tetapi juga saat harga di tingkat petani jatuh hingga menyebabkan kerugian.

Petani berharap ada kebijakan yang mampu melindungi mereka dari anjloknya harga agar usaha budidaya cabai tetap memberikan keuntungan dan keberlangsungan produksi dapat terjaga.

Editor : Eddy Hardiyanto
#petani #Balangan #harga cabai