RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI - Kabar melegakan datang bagi masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Setelah beberapa pekan harus menyesuaikan aktivitas akibat pemadaman listrik bergilir, pasokan listrik kini dipastikan kembali normal.
PLN resmi menghentikan pengaturan beban seiring pulihnya sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan. Dengan demikian, seluruh jadwal pemadaman bergilir yang sebelumnya diumumkan dinyatakan tidak lagi berlaku.
Manager PLN ULP Barabai, Syarwani, mengatakan normalisasi sistem dilakukan setelah proses perbaikan pada unit pembangkit yang sebelumnya mengalami gangguan berhasil diselesaikan.
"Seiring normalnya Sistem Interkoneksi Kalimantan, pengaturan beban telah dihentikan. Pasokan listrik kembali beroperasi normal sehingga jadwal pemadaman yang sebelumnya kami sampaikan dinyatakan tidak berlaku," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Minggu (12/7/2026).
Masyarakat Diminta Tetap Melapor Jika Masih Ada Gangguan
Meski sistem telah pulih, PLN tetap mengimbau pelanggan untuk segera melaporkan apabila masih menemukan gangguan listrik di wilayahnya.
Laporan dapat disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile agar petugas dapat segera melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan.
Menurut Syarwani, PLN masih terus melakukan pemantauan dan optimalisasi sistem secara intensif guna memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga di seluruh wilayah layanan.
Sempat Diprotes Mahasiswa
Sebelumnya, pemadaman bergilir diberlakukan akibat gangguan teknis pada sejumlah unit pembangkit yang terhubung dalam sistem interkoneksi Kalimantan. Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasokan daya menurun sehingga PLN menerapkan manajemen beban untuk menjaga kestabilan sistem dan mencegah pemadaman yang lebih luas.
Kebijakan tersebut sempat menuai keluhan masyarakat. Bahkan, gabungan organisasi mahasiswa yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan PMII Kabupaten Hulu Sungai Tengah mendatangi kantor PLN untuk meminta kepastian mengenai kapan pemadaman bergilir akan berakhir.
PLN juga menegaskan bahwa gangguan yang terjadi bukan disebabkan krisis pasokan batu bara, melainkan murni akibat gangguan teknis pada unit pembangkit.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan dukungan seluruh pelanggan selama proses pemulihan sistem berlangsung," tutup Syarwani.
Editor : Eddy Hardiyanto