Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Setara Hotel Bintang Tiga, Gedung Baru Asrama Haji Banjarmasin Diproyeksikan Jadi Pusat One Stop Service Umrah

Sheilla Farazela • Jumat, 10 Juli 2026 | 16:38 WIB
POTONG PITA: Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf meresmikan gedung baru di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin (SHEILLA/RADAR BANJARMASIN)
MENINJAU: Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf meninjau gedung baru di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin (SHEILLA/RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Peningkatan fasilitas  terus dilakukan di lingkungan UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Jalan Jenderal A. Yani Km 28, Landasan Ulin.

Sebuah gedung asrama modern yang dibangun melalui skema dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) resmi beroperasi.

Gedung baru tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, Jumat (10/7/2026). 

Dalam peninjauannya, pria yang akrab disapa Gus Irfan ini mengaku sangat puas dengan hasil akhir pembangunan. Ia menyebut fasilitas kamar dan sarana penunjang di gedung baru ini sudah mengadopsi standar tinggi.

"Saya beruntung dan senang sekali melihat hasilnya. Ini (fasilitasnya) kalau dinilai sudah setara dengan hotel bintang tiga, sehingga kita bisa bersaing dan memberikan kenyamanan terbaik bagi jemaah," ujar Gus Irfan.

Keberadaan gedung baru ini, lanjut Gus Irfan, tidak lepas dari sinergi kuat antara pusat dan daerah. Pihaknya secara khusus mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah berkomitmen menghibahkan lahan demi kelancaran proyek strategis ini.

Namun, menteri jajaran Kabinet Merah Putih ini menegaskan bahwa tantangan utama ke depan adalah masalah konsistensi pengelolaan. Ada dua pekerjaan rumah (PR) utama yang ia instruksikan kepada pengelola asrama.

"Tugas pertama kita adalah merawat agar gedung baru ini bisa tetap berguna dengan sebaik-baiknya. Tugas kedua, bagaimana gedung-gedung yang lama juga secara bertahap kita perbaiki kualitasnya agar bisa setaraf dengan gedung yang baru ini," tegasnya.

Lebih dari sekadar tempat transit jemaah haji reguler, Kementerian Haji dan Umrah bersama Pemprov Kalsel kini tengah mematangkan cetak biru (blueprint) pengintegrasian asrama. 

Gedung dan kompleks Asrama Haji Banjarmasin diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat layanan satu pintu atau one stop service bagi jemaah umrah.

Melalui skema ini, alur pemberangkatan jemaah umrah dipangkas menjadi jauh lebih efisien. Seluruh proses hulu hingga hilir diselesaikan di dalam asrama. 

Jemaah akan menginap, melaksanakan manasik, hingga melakukan pemeriksaan dokumen paspor dan visa oleh pihak Imigrasi di satu titik yang sama.

"Begitu keluar dari asrama haji, jemaah sudah klir. Bisa langsung bergeser ke bandara dan langsung naik ke dalam pesawat. Tentu ini memerlukan kerja sama erat dengan banyak pihak, termasuk imigrasi dan maskapai," papar Gus Irfan.

Kendati demikian, ia memberikan catatan bahwa penerapan status one stop service umrah di tiap daerah sangat bergantung pada tiga faktor utama.

Yakni volume jemaah di wilayah tersebut, kesiapan akomodasi internal asrama, serta spesifikasi teknis bandara setempat—dalam hal ini Bandara Internasional Syamsudin Noor—apakah sudah siap melayani operasional penerbangan pesawat berbadan lebar (wide body) secara rutin untuk rute langsung ke Arab Saudi.

Di sisi lain, Gus Irfan juga memberikan evaluasi positif terkait performa operasional Embarkasi Banjarmasin yang melayani jemaah asal Kalsel dan Kalteng pada musim haji kali ini. 

Meski mendapat tambahan kuota hingga lebih dari seribu jemaah, fase keberangkatan dan pemulangan berjalan relatif tanpa kendala berarti.

"Hampir tidak ada isu krusial. Bahkan dari angka mortalitas (kematian) jemaah pun bisa ditekan dan hampir sama dengan tahun lalu. Artinya penanganan pelayanan di sini sudah cukup bagus," ungkapnya.

Kendati mendapat rapor hijau, Gus Irfan mengingatkan jajarannya untuk tidak cepat berpuas diri. Evaluasi total tetap dilakukan demi mendongkrak kualitas pelayanan tahun depan.

"Presiden Prabowo membentuk Kementerian Haji ini secara mandiri dengan tujuan yang jelas, yaitu memberikan pelayanan yang maksimal dan paling terbaik kepada jemaah kita. Standar pelayanan harus terus naik setiap tahunnya," pungkas Gus Irfan. 

Sebagai informasi, jemaah yang berangkat pada musim ini didominasi oleh mereka yang masuk daftar tunggu pendaftaran tahun 2012 dan sebagian tahun 2013.

Editor : Sutrisno
#asrama haji #banjarbaru #Kalsel