RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin - Kabupaten Tanah Bumbu masih mengupayakan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik bidang perpustakaan dari pemerintah pusat untuk memperkuat budaya baca dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selama ini, daerah tersebut telah menerima hampir seluruh program bantuan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), kecuali DAK nonfisik.
Pada 2025, Perpusnas menyalurkan DAK nonfisik sebesar Rp150 miliar kepada sejumlah daerah. Dana tersebut digunakan untuk mendukung peningkatan mutu layanan perpustakaan, penguatan budaya baca dan literasi, serta pelestarian naskah kuno Nusantara.
Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, Hasanuddin, mengatakan sebagai daerah hasil pemekaran yang baru berusia 23 tahun, Tanah Bumbu masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan, termasuk di bidang literasi. Harapan itu disampaikannya belum lama ini saat beraudiensi dengan jajaran Perpusnas di Jakarta.
"Kami berharap jika Dana Alokasi Khusus tersedia, dapat diberikan kepada Kabupaten Tanah Bumbu agar upaya peningkatan literasi masyarakat dapat berjalan lebih optimal," kata politikus PKB itu.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, menegaskan pentingnya dukungan legislatif melalui kebijakan, regulasi, dan penganggaran daerah untuk memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi.
Menurut Adin, pemerintah daerah bertanggung jawab meningkatkan kinerja urusan perpustakaan melalui dua indikator, yakni Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM). Keduanya menjadi tolok ukur keberhasilan daerah dalam membangun budaya baca masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani, berharap daerahnya dapat memperoleh DAK nonfisik pada tahun mendatang. "Meski demikian, kami tetap melakukan berbagai kegiatan untuk memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi," ujarnya.
Editor : Arif Subekti