Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jalan Penghubung Strategis di HSU Dibenahi, Panangian Kebagian Rp5 Miliar Lewat Inpres Jalan Desa

M Akbar Radar Banjarmasin • Kamis, 9 Juli 2026 | 14:30 WIB
INFRASTRUKTUR: Jalan di Desa Panangian Kecamatan Amuntai Utara, segera mendapat perhatian pengerjaan jalan lewat Inpres Jalan Desa atau IJD. (Foto: M.Akbar) 
INFRASTRUKTUR: Jalan di Desa Panangian Kecamatan Amuntai Utara, segera mendapat perhatian pengerjaan jalan lewat Inpres Jalan Desa atau IJD. (Foto: M.Akbar) 

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM
AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan ruas Jalan Desa Panangian, Kecamatan Amuntai Utara, melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) pada 2026. Proyek tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp5 miliar yang dikelola Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU.

Peningkatan jalan itu diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah, mengingat ruas tersebut menjadi jalur penghubung sejumlah desa hingga kecamatan, bahkan akses menuju kabupaten tetangga.

Kepala Dinas PUPR HSU Amos Silitonga melalui Kepala Bidang Bina Marga H. Doddy Faisal mengatakan, terdapat sejumlah syarat agar suatu ruas jalan dapat diusulkan melalui program IJD.

"Jalan yang diusulkan harus berada di kawasan produktif, baik pertanian, peternakan, perikanan maupun sektor ekonomi lainnya. Tujuannya agar pembangunan jalan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya pada media ini Kamis (9/7/2026)

Selain itu, lanjut Doddy, ruas jalan tersebut juga harus berfungsi sebagai jalur alternatif yang menghubungkan beberapa desa maupun kecamatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Meski demikian, pembangunan ruas jalan sepanjang hampir lima kilometer tersebut menghadapi tantangan berupa penyesuaian anggaran. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu turut memicu peningkatan harga material konstruksi.

"Semua proyek terdampak kenaikan harga bahan baku setelah kenaikan BBM. Karena itu, saat pelaksanaan nanti akan ada penyesuaian anggaran sesuai kondisi di lapangan," jelasnya.

Sementara itu, warga Amuntai Utara, Ami, menyambut baik rencana peningkatan Jalan Panangian. Menurutnya, kondisi jalan saat ini mengalami kerusakan di sejumlah sisi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

"Saya hampir setiap hari melintas di jalan ini untuk bekerja. Tentu kami sangat berharap perbaikannya segera dilaksanakan karena memang sudah lama dinantikan masyarakat," katanya.

Editor : Arif Subekti
#mengalokasikan anggaran #HSU #Jalan Rusak