RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM
AMUNTAI – Kisah haru mewarnai pelayanan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Seorang lanjut usia (lansia) yang sempat terlantar dan ditemukan tidur di depan rumah warga di Desa Sungai Turak akhirnya berhasil dipertemukan kembali dengan keluarganya setelah tiga hari mendapat perawatan di rumah singgah Dinsos.
Kepala Dinsos HSU Surya Supi melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Hj Raudhatul Janah, menjelaskan bahwa pihaknya langsung memberikan perlindungan dan pelayanan kepada lansia tersebut begitu menerima laporan dari masyarakat.
Staf Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos HSU, Ariyadi, mengatakan laporan pertama diterima dari warga Desa Sungai Turak yang menemukan seorang lansia tidur di depan rumah warga di seberang masjid. Kondisinya saat itu memprihatinkan dan identitasnya belum diketahui.
"Langkah pertama kami meminta bantuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk melakukan identifikasi melalui sidik jari dan biometrik. Namun, data beliau tidak ditemukan," ujarnya pada media ini Kamis (9/7/2026).
Karena belum berhasil mengungkap identitas, lansia tersebut kemudian dibawa ke Rumah Singgah Dinsos HSU. Selama berada di sana, petugas terus berupaya menggali informasi langsung dari yang bersangkutan.
Namun proses itu tidak mudah. Ariyadi menjelaskan, ucapan lansia tersebut sering berubah-ubah sehingga menyulitkan penelusuran. Berbagai daerah yang disebutkan kemudian dikonfirmasi satu per satu, mulai Kabupaten Seruyan, Katingan, Kota Palangka Raya, Muara Teweh hingga Kotabaru.
"Setiap petunjuk kami tindak lanjuti. Kami berkoordinasi dengan dinas sosial di berbagai daerah, tetapi belum membuahkan hasil," katanya.
Titik terang baru muncul pada hari ketiga. Salah seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang turut membantu menemukan sebuah buku milik lansia tersebut. Di dalamnya terdapat petunjuk berupa nama sebuah desa di wilayah Tamiyang Layang.
Dari informasi itu, identitas lansia akhirnya berhasil diketahui. Ia bernama Ihir atau akrab disapa Amang Ihir, warga Desa Kupang Baru, Kecamatan Paku Beto, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.
Di sisi lain, keluarga Amang Ihir ternyata juga tengah berusaha mencarinya. Mereka menyebarkan informasi melalui media sosial Facebook dan bahkan sempat berkeliling ke Amuntai, namun belum berhasil menemukannya hingga akhirnya mendapat kabar dari Dinsos HSU.
Selama berada di Rumah Singgah Dinsos HSU, Amang Ihir memperoleh pelayanan penuh. Petugas meminta Puskesmas Amuntai Selatan memeriksa kondisi kesehatannya. Selain itu, kebutuhan makan disiapkan tiga kali sehari.
Petugas juga membantu membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya karena kondisi fisiknya sudah tidak mampu menahan buang air kecil.
"Beliau kami rawat selama tiga hari. Semua kebutuhan dasar kami penuhi agar tetap merasa nyaman dan aman," ujar Ariyadi.
Upaya tersebut akhirnya berbuah manis. Pada Rabu lalu, Amang Ihir dijemput oleh anak dan keponakannya untuk kembali ke kampung halaman di Barito Timur.
Kisah ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat, kerja sama lintas instansi, serta kegigihan para petugas sosial mampu menghadirkan akhir bahagia bagi seorang lansia yang sempat kehilangan arah dan nyaris tak diketahui identitasnya.
Editor : Arif Subekti