RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Warga Kotabaru tampaknya masih harus mempertebal kesabaran mereka terkait kondisi kelistrikan hingga saat ini, Rabu (8/7).
Beberapa waktu terakhir, pemadaman listrik bergilir terpaksa dilakukan dan menuai banyak keluhan dari masyarakat yang aktivitas sehari-harinya menjadi terganggu.
Menanggapi hal tersebut, pihak PLN ULP Kotabaru Kota akhirnya angkat bicara. Mewakili PLN Unit Induk Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalsel-Teng), Manager PLN ULP Kotabaru Kota, Muhammad Reza, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan terdampak.
"Kami memohon maaf atas terjadinya gangguan kelistrikan ini, sehingga menimbulkan akibat pada pemadaman bergilir yang terjadi di masyarakat," ujar Muhammad Reza saat memberikan keterangan resminya.
Reza menjelaskan bahwa pemadaman ini terpaksa dilakukan karena adanya gangguan teknis pada sistem kelistrikan.
Meski demikian, pihaknya menegaskan tidak tinggal diam. Tim teknis di lapangan terus berjibaku selama 24 jam untuk mendeteksi titik masalah dan mempercepat proses pemulihan.
Pihak PLN berkomitmen penuh untuk meminimalkan durasi pemadaman agar kenyamanan warga bisa segera kembali normal.
"Dalam hal ini, PLN tetap berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan percepatan perbaikan, sehingga gangguan ini bisa segera teratasi dan pemadaman bergilir segera berakhir," tambahnya.
Keluhan warga mengenai jadwal pemadaman yang kadang tidak menentu dan berlangsung lama rupanya menjadi perhatian serius. Muncul usulan dari berbagai pihak termasuk dari DPRD Kotabaru agar durasi pemadaman bergilir dibatasi maksimal hanya dua jam dalam satu kali giliran.
Mendengar aspirasi tersebut, Muhammad Reza menyatakan siap mengawal usulan tersebut ke tingkat atas.
Namun, ia menjelaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan pusat pengatur beban listrik yang mengatur jaringan interkoneksi se-Kalimantan.
"Usulan untuk durasi pemadaman maksimal 2 jam kami tampung dan kami terima. Aspirasi ini akan kami koordinasikan kepada Pusat Pengatur Beban kami di Banjarbaru," terangnya.
Reza menambahkan, koordinasi ini sangat penting karena sistem kelistrikan Kotabaru terhubung secara luas dengan wilayah lain.
"Ini berkaitan dengan seluruh wilayah yang dilayani oleh PLN Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Apakah bisa diakomodir atau seperti apa, yang jelas kami tetap sampaikan aspirasi ini. Kami juga berharap ini bisa direalisasikan," tuturnya optimis.
Reza berharap masyarakat bisa memahami situasi darurat yang sedang dihadapi oleh tim PLN di lapangan.
Ia meminta dukungan moral dan doa dari seluruh warga Kotabaru agar proses perbaikan infrastruktur kelistrikan ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
"Mohon doanya dari semua pihak dan seluruh masyarakat, agar apa yang kami upayakan untuk percepatan ini bisa dimudahkan," pungkasnya.
Editor : M Oscar Fraby