RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai - Gabungan organisasi mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mendatangi Kantor PLN UP3 Barabai, Rabu (8/7/2026).
Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyoroti ketidakpastian jadwal pemadaman listrik yang dinilai meresahkan masyarakat.
Ketua Komisariat PMII HST, Hayatunisa, mengatakan informasi pemadaman yang diumumkan PLN kerap tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Bahkan, jadwal yang telah dipublikasikan sering kali batal tanpa ada pemberitahuan lanjutan.
"Misalnya diumumkan listrik padam pukul 09.00, ternyata tidak jadi padam. Tidak ada informasi lanjutan dari PLN. Kami berharap informasi yang disampaikan ke masyarakat utuh, tidak setengah-setengah, dan lebih transparan," ujarnya.
Senada, Ketua HMI HST, Amril, mengaku enggan membagikan informasi jadwal pemadaman yang dipublikasikan PLN karena sering kali tidak sesuai dengan kenyataan.
"Saya tidak mau ikut membagikan jadwal pemadaman karena takut malah jadi dosa jariah. Jadwalnya sering tidak sesuai. Kami minta ada evaluasi terhadap sistem penyampaian informasi," katanya.
Ia meminta PLN secara berkala menyampaikan progres perbaikan sistem kelistrikan kepada masyarakat agar publik mengetahui sejauh mana upaya yang dilakukan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Assistant Manager Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Barabai, Arliansah, menjelaskan sistem kelistrikan di Kalimantan menggunakan jaringan interkoneksi sehingga seluruh pembangkit saling terhubung.
Menurutnya, kondisi beban listrik bersifat dinamis sehingga kebutuhan daya dapat berubah setiap saat.
"Kalau ada informasi defisit daya, kemungkinan dilakukan pemadaman. Tetapi ketika ternyata daya masih surplus atau mencukupi, pemadaman bisa dibatalkan. Karena itu jadwal yang kami sampaikan sifatnya estimasi," jelasnya.
Ia mencontohkan jadwal pemadaman yang diumumkan pukul 09.00 bisa saja bergeser menjadi pukul 11.00, bahkan batal dilakukan apabila kondisi daya masih mencukupi.
Arliansah memastikan PLN akan berupaya memberikan informasi apabila pemadaman batal dilaksanakan beserta alasan teknisnya.
Ia juga menjelaskan kawasan perkotaan mendapat prioritas karena menjadi pusat pemerintahan dan pelayanan publik, seperti rumah sakit serta PDAM, sehingga pemadaman di wilayah tersebut sebisa mungkin dihindari.
Di akhir audiensi, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas informasi pemadaman yang dinilai belum sepenuhnya memuaskan.
"Kami mohon maaf apabila informasi yang kami sampaikan belum bisa memuaskan seluruh masyarakat. Ke depan kami akan berupaya memperbaiki penyampaian informasi terkait pemadaman listrik," tutupnya.
Editor : Sutrisno