RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Pemerintah Kabupaten Balangan bersama PT PLN Persero UP2K Kalimantan Selatan tengah mengebut program perluasan jaringan listrik desa. Pada tahun ini, sebanyak 14 titik kawasan terpencil ditargetkan masuk dalam radar pembangunan agar bisa segera teraliri listrik.
Namun, rencana penerangan untuk kawasan pelosok tersebut masih terganjal sejumlah kendala klasik. Status tata batas kawasan hutan hingga akses jalan yang rusak menjadi pekerjaan rumah terbesar sebelum tiang dan kabel listrik bisa didistribusikan ke wilayah terisolasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Balangan, Fakhriyanto, membenarkan bahwa belasan titik yang ditargetkan tersebut membutuhkan penanganan lintas sektoral. Rencana pembangunan jaringan ini mayoritas menyasar kawasan pedalaman di Kecamatan Halong, Lampihong, dan Tebing Tinggi.
"Beberapa lokasi memang berbenturan dengan status kawasan hutan dan memiliki akses jalan yang belum memadai. Pemkab Balangan akan fokus mengupayakan penyelesaian status kawasan serta peningkatan akses jalan agar pembangunan jaringan listrik ini bisa dieksekusi," ujar Fakhriyanto.
Ia menegaskan, proyek penerangan desa ini tidak bisa berjalan sendiri. Ketersediaan listrik harus sejalan dengan perbaikan infrastruktur jalan raya dan jaringan internet, agar dampak pembangunan bisa dirasakan maksimal oleh masyarakat setempat.
Menyikapi rumitnya medan di lapangan, pihak PLN mengaku telah menyiapkan skema eksekusi secara bertahap. Pemetaan wilayah akan langsung digulirkan begitu verifikasi data dan usulan lahan dari pemerintah daerah rampung.
Manager UP2K Kalimantan Selatan, Winardi, menjelaskan bahwa program listrik desa ini bersumber dari APBN melalui Kementerian ESDM. Oleh sebab itu, eksekusi di lapangan sangat bergantung pada kejelasan status lahan agar tidak menyalahi aturan hukum.
"Setelah menerima usulan resmi, kami akan langsung turun melakukan survei untuk memetakan tantangan di lapangan. Ini penting sebelum kami menentukan kebutuhan material, anggaran, dan teknis pekerjaan," ucap Winardi.
Sebagai langkah awal dari 14 titik yang terdata dan ditargetkan tersebut, Winardi memastikan ada tiga lokasi yang menjadi target prioritas awal PLN untuk disurvei agar berpeluang besar bisa menyala pada tahun ini. Ketiga kawasan tersebut meliputi Dusun Sawang di Desa Mamigang, Dusun Rapit di Desa Marajai, serta Dusun Jungkal di Desa Kusambi Hulu.
Editor : M Oscar Fraby