RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan program jemput bola pemeriksaan kesehatan melalui Gerakan Kolaboratif Skrining dan Edukasi Penyakit Tidak Menular (Gerak PTM).
Kegiatan ini menyasar aparatur sipil negara (ASN) di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar lebih mudah mengakses layanan kesehatan.
Saat ini, tim Dinkes HSU bersama Puskesmas Sungai Karias menggelar pemeriksaan kesehatan atau skrining penyakit tidak menular (PTM) di Badan Perencanaan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes HSU, Fajeri, M.PH, mengatakan kegiatan Gerak PTM telah dilaksanakan di beberapa instansi. Di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kecamatan Amuntai Tengah, serta Baperida.
Selanjutnya, pada 14 Juli 2026, skrining akan dilaksanakan di SMKN 1 Amuntai dengan sasaran seluruh guru, tenaga kependidikan, dan tenaga tata usaha.
"Tujuan Gerak PTM adalah melakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya skrining penyakit tidak menular, agar penyakit dapat diketahui sejak dini sehingga lebih mudah dilakukan pencegahan maupun penanganannya," ujar Fajeri pada media ini Senin (6/7)
Ia menjelaskan, pelaksanaan Gerak PTM dilatarbelakangi meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian. Beberapa di antaranya hipertensi, stroke, penyakit jantung, kolesterol tinggi, asam urat, dan diabetes melitus.
Melalui layanan jemput bola tersebut, ASN tidak perlu meninggalkan tempat kerja untuk memeriksakan kondisi kesehatannya karena layanan diberikan langsung di lingkungan kantor.
Menurut Fajeri, meskipun pada tahun ini kegiatan baru menjangkau beberapa SKPD, program tersebut diharapkan dapat diperluas pada tahun-tahun mendatang mengingat manfaatnya yang besar dalam mendeteksi penyakit sejak dini.
"Harapannya, Gerak PTM dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak ASN yang memanfaatkan layanan skrining kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular," pungkasnya.
Editor : Sutrisno