RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Bentang alam Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin yang didominasi kawasan perbukitan masih menjadi tantangan besar dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
Kondisi geografis tersebut membuat akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan tidak selalu mudah, terutama bagi warga yang tinggal di desa-desa dengan jarak tempuh cukup jauh.
Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang menunda bahkan mengurungkan niat untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke puskesmas. Faktor medan yang berat, kondisi jalan, hingga keterbatasan transportasi menjadi kendala yang kerap dihadapi warga.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Piani memilih lebih proaktif dengan mendatangi masyarakat melalui pelayanan kesehatan keliling yang dijadwalkan rutin ke desa-desa.
Dokter Umum UPTD Puskesmas Piani, dr. Dhimas Kurniawan, mengatakan pihaknya secara berkala melaksanakan pelayanan Penyakit Tidak Menular (PTM) di posyandu setiap bulan. Kegiatan dilakukan secara bergiliran dari satu desa ke desa lainnya agar masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan meski berada di wilayah terpencil.
"Pelayanan jemput bola menjadi salah satu solusi agar masyarakat tetap mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Meski demikian, pelaksanaan pelayanan di lapangan tidak selalu berjalan mudah. Petugas kesehatan harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses jalan yang sulit dilalui, keterbatasan jaringan komunikasi, pasokan listrik yang belum stabil di sejumlah lokasi, hingga jauhnya jarak antarwilayah pelayanan.
Kondisi tersebut menuntut tenaga kesehatan memiliki kesiapan fisik sekaligus kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi di lapangan demi memastikan pelayanan tetap berjalan.
Sementara itu, Perawat UPTD Puskesmas Piani, Firdaus, menambahkan bahwa faktor jarak masih menjadi kendala utama dalam menjangkau masyarakat.
"Selain itu, mayoritas warga bekerja sebagai petani dan pekebun sehingga waktu pelayanan sering kali berbenturan dengan aktivitas mereka di kebun maupun ladang," tuturnya.
"Karena itu, petugas kesehatan berupaya menyesuaikan jadwal pelayanan agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan yang disediakan," tambahnya.
Melalui pendekatan jemput bola tersebut, UPTD Puskesmas Piani berharap layanan kesehatan dasar tetap dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah pegunungan dengan akses yang masih terbatas. Upaya ini sekaligus menjadi komitmen tenaga kesehatan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Editor : Sutrisno