Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Agrowisata Petik Melon Desa Jatuh HST Pecah Rekor! 6,2 Ton Langsung Habis dalam Tiga Hari

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Senin, 6 Juli 2026 | 14:44 WIB
LUDES: Buah melon sebanyak 6,2 ton ludes terjual dalam tiga hari. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
LUDES: Buah melon sebanyak 6,2 ton ludes terjual dalam tiga hari. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai – Seluruh hasil panen melon milik petani di Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ludes. Total buah terjual 6,2 ton selama pelaksanaan Agrowisata.

Ketua BUMDes Partala Desa Jatuh, Muhammad Sata, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil terbaik dibanding dua periode panen sebelumnya. Yaitu hanya 3-5 ton. Dulu penjualannya juga langsung ke tengkulak.

"Alhamdulillah, seluruh buah habis terjual selama pembukaan Agrowisata. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap agrowisata petik melon di Desa Jatuh sangat tinggi," ujarnya, Senin (6/7/2026).

Menurut Sata, selama tiga hari mulai tanggal 3-5 Juli pelaksanaan agrowisata, ribuan pengunjung dari berbagai daerah, terutama HST memadati kebun melon. Mereka datang bersama keluarga maupun kerabat untuk merasakan sensasi memetik buah langsung.

Ramainya kunjungan tidak hanya berdampak pada penjualan hasil panen, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi desa. Untuk diketahui harga melon di agrowisata dijual Rp12 ribu per kilogramnya.

Agrowisata di lahan seluas 0,4 haktare tersebut dinilai mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), membuka peluang usaha bagi masyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi pertanian Desa Jatuh sebagai destinasi wisata edukasi.

"Dengan habisnya seluruh hasil panen, Agrowisata Petik Buah Melon BUMDes Partala resmi ditutup untuk periode kali ini," jelasnya.

Meski demikian, Muhammad Sata memastikan program tersebut akan kembali dibuka pada musim panen berikutnya. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi melalui media sosial resmi Pemerintah Desa Jatuh agar tidak ketinggalan jadwal pembukaan selanjutnya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, instansi pemerintah, tamu undangan, media, dan semua pihak yang telah berkunjung serta mendukung kegiatan ini. Antusiasme ribuan pengunjung menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi di bidang pertanian dan agrowisata," pungkasnya.

Jadi Contoh Bagi Desa Lain

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) HST, Eddy Rahmawan, menilai, pengelolaan usaha yang dilakukan BUMDes Partala menjadi contoh positif bagi desa lain. Terlebih, hasil panen dipasarkan secara mandiri tanpa bergantung pada tengkulak.

"Ini membuktikan BUMDes mampu menjadi penggerak ekonomi desa jika dikelola secara serius dan profesional," ujarnya.

Menurut Eddy, keberhasilan tersebut perlu dijaga agar usaha yang telah dirintis dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, DPMD HST akan terus melakukan pembinaan terhadap pengelola BUMDes di seluruh wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

"Kami akan terus memberikan pendampingan agar tata kelola BUMDes semakin baik, profesional, dan berkelanjutan. Harapannya, semakin banyak BUMDes yang mampu mandiri dan menjadi penguat ekonomi masyarakat desa," pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#Barabai #HST