RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Melimpahnya hasil tangkapan ikan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menjadi berkah bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawa.
Selain dipasarkan dalam kondisi segar, sebagian besar hasil tangkapan diolah menjadi ikan asin yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu menembus pasar luar daerah.
Salah satu sentra pengolahan ikan asin berada di Desa Kalumpang Dalam, Kecamatan Babirik. Kawasan ini dikenal sebagai penghasil berbagai jenis ikan asin berbahan baku ikan air tawar, seperti sepat hingga haruan (gabus).
Bupati HSU H. Sahrujani bersama Wakil Bupati Hero Setiawan baru-baru ini meninjau langsung aktivitas masyarakat yang mengolah hasil tangkapan menjadi ikan asin. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengoptimalkan potensi kawasan rawa sebagai pusat agrominapolitan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis perikanan.
Data Dinas Perikanan HSU mencatat total produksi perikanan daerah mencapai sekitar 21 ribu ton per tahun. Rinciannya, sekitar 12 ribu ton berasal dari perikanan tangkap di perairan umum dan sekitar 9 ribu ton dari budidaya kolam serta keramba. Produksi yang melimpah itu menjadi bahan baku utama bagi industri rumahan pengolahan ikan asin.
Penyuluh Perikanan HSU, Wahyudi, mengatakan pengolahan ikan menjadi ikan asin menjadi solusi saat hasil tangkapan melimpah. Dengan cara tersebut, daya simpan ikan menjadi lebih lama sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.
Menurutnya, ikan asin produksi Babirik kini tidak hanya dipasarkan di Kalimantan Selatan, namun di luar Kabupaten dan provinsi.
"Pedagang ikan asin punya andel besar karena membeli dan memasarkan produksi ikan asin masyarakat hingga ke luar daerah," ujarnya pada media ini Minggu (5/7/2026)
Ia menambahkan, jaringan pemasaran yang luas sangat membantu petani. Jika hasil tangkapan hanya dijual dalam kondisi segar, petani berisiko mengalami kerugian ketika produksi sedang tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan HSU Khairi menegaskan pihaknya akan terus mendorong pengembangan usaha pengolahan ikan, termasuk ikan asin, agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain meningkatkan kualitas produk, pemerintah juga berupaya memperluas pemasaran sehingga produk olahan perikanan HSU semakin mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
Melalui penguatan sektor pengolahan, ikan asin diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan rawa Kabupaten HSU.
Editor : Sutrisno