RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menghadirkan dua inovasi layanan kearsipan, yakni Klinik Arsip dan Simfoni Arsip (Sistem Informasi Pembinaan, Pelaporan, dan Evaluasi Kinerja Arsip). Kedua inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola arsip yang lebih tertib, modern, dan berbasis digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten HSS.
Kepala Bidang Kearsipan Dispersip HSS, Noor Aisyah mengatakan Klinik Arsip merupakan layanan yang berfungsi sebagai pusat konsultasi dan pendampingan bagi seluruh perangkat daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pengelolaan arsip.
"Klinik Arsip kami hadir sebagai pusat konsultasi dan solusi bagi perangkat daerah agar pengelolaan arsip menjadi lebih tertib, aman, sesuai standar, dan berbasis digital," ujarnya Kamis (2/7/2026).
Melalui inovasi tersebut, Dispersip HSS menyediakan berbagai layanan, mulai dari konsultasi dan sosialisasi kearsipan, display foto arsip Pemerintah Kabupaten HSS, layanan duplikasi arsip statis, ruang baca arsip, hingga pendampingan teknis bagi pengelola arsip.
Menurut Noor Aisyah, layanan yang diberikan tidak sebatas konsultasi, tetapi juga pendampingan langsung di lapangan, mulai dari penataan, pemberkasan hingga penyelamatan arsip. Klinik Arsip juga menjadi sarana percepatan penerapan sistem kearsipan digital melalui pendampingan penggunaan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi).
"Kami ingin setiap kendala pengelolaan arsip dapat diselesaikan dengan cepat. Karena itu, layanan kami tidak hanya memberikan saran, tetapi juga mendampingi perangkat daerah hingga penerapannya," katanya.
Selain menghadirkan Klinik Arsip, Dispersip HSS juga mengembangkan Simfoni Arsip yang mengacu pada empat pilar utama, yaitu pendampingan, pembinaan, pengawasan, dan pengelolaan arsip. Inovasi ini menjadi instrumen untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola kearsipan di seluruh perangkat daerah.
"Simfoni Arsip menjadi sistem yang mengawal dan mengevaluasi pengelolaan arsip agar berjalan sesuai standar serta mendukung reformasi birokrasi yang akuntabel," jelas Noor Aisyah.
Melalui Simfoni Arsip, Dispersip HSS juga menerapkan sistem evaluasi yang objektif untuk mengukur kinerja kearsipan setiap perangkat daerah. Hasil evaluasi tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya pengelolaan arsip yang seragam sekaligus menghasilkan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah.
"Arsip yang dikelola dengan baik akan menjadi data yang valid sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat," tambahnya.
Noor Aisyah menegaskan, Klinik Arsip dan Simfoni Arsip memiliki peran yang berbeda, namun saling melengkapi dalam mendukung tata kelola kearsipan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
"Klinik Arsip berfokus pada konsultasi dan pendampingan, sedangkan Simfoni Arsip menjadi instrumen pembinaan, pengawasan, dan evaluasi. Keduanya saling melengkapi untuk mewujudkan tata kelola arsip yang lebih tertib, berkualitas, dan berbasis digital," tutupnya.
Editor : Fauzan Ridhani