Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banyak Jemaah Tablig dari Luar Negeri Datang, Ketua MUI HSU Pastikan Fokus Berdakwah di Amuntai

M Akbar Radar Banjarmasin • Selasa, 30 Juni 2026 | 13:59 WIB
NARASUMBER: Ketua MUI HSU, KH Sa
NARASUMBER: Ketua MUI HSU, KH Sa'id Masrawan, Lc. (Foto: M.Akbar)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) KH M.Said Masrawan Lc, memastikan keberadaan jemaah tablig asal luar negeri yang datang ke HSU selama ini tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) HSU di Kantor Bakesbangpol, Selasa (30/6).

Menurut Said, warga negara asing yang paling sering datang ke HSU umumnya merupakan jamaah tablig dari India dan Pakistan yang melakukan kegiatan dakwah.

"Selama ini yang sering datang ke HSU adalah jamaah tablig dari India dan Pakistan. Materi dakwah mereka tidak menyinggung politik dan juga tidak membahas persoalan khilafiah yang berpotensi memicu perpecahan," ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan dakwah yang dilakukan jamaah tablig lebih menitikberatkan pada pembinaan ibadah dan akhlak umat sehingga sejauh ini tidak ditemukan hal-hal yang mengganggu ketenteraman masyarakat.

Said juga menyampaikan bahwa hingga kini MUI HSU belum menemukan adanya aliran yang dinilai menyimpang berkembang di wilayah tersebut.

"Untuk aliran sesat, sampai sekarang belum ada yang menjadi perhatian di HSU," katanya.

Meski demikian, ia mendukung adanya pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing oleh instansi terkait. Menurutnya, pengawasan merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus memastikan seluruh aktivitas warga negara asing di Indonesia berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pengawasan tetap diperlukan, tetapi masyarakat juga tidak perlu langsung berprasangka negatif terhadap setiap warga negara asing yang datang. Selama kegiatannya sesuai aturan dan tidak menimbulkan keresahan, tentu harus disikapi secara proporsional," ujarnya.

Said berharap koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat terus diperkuat agar setiap potensi persoalan dapat dideteksi sejak dini tanpa mengganggu aktivitas dakwah maupun kehidupan sosial masyarakat yang selama ini berjalan kondusif di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Editor : Sutrisno
#HSU #mui #Amuntai