Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gegara Kesulitan Pemasaran dan Bergantung Tengkulak, Panen Melon di HST Disulap Jadi Agrowisata

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Senin, 29 Juni 2026 | 09:32 WIB
BUMdes Pertala Desa Jatuh HST, panen buah melon yang kini berinovasi agrowisata. (BUMdes untuk Radar Banjarmasin).
BUMdes Pertala Desa Jatuh HST, panen buah melon yang kini berinovasi agrowisata. (BUMdes untuk Radar Banjarmasin).

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai - Berawal dari sulitnya memasarkan hasil panen hingga harus menjual melon ke tengkulak. BUMDes Partala Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, kini berinovasi.

Mereka mengubah masa panen menjadi Agrowisata Petik Buah Melon. Konsep yang diklaim pertama di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu akan digelar pada 1–3 Juli 2026. Konsep ini sekaligus menjadi alternatif atau solusi atas persoalan pemasaran yang sebelumnya dihadapi para petani.

Direktur BUMDes Partala, Muhammad Sata, mengatakan selama ini hasil panen melon sempat sulit dipasarkan. Sebagian besar buah akhirnya dijual kepada tengkulak dengan harga relatif rendah, meski usaha budidaya tersebut masih mampu memberikan keuntungan.

"Karena itu kami mencoba cara baru. Masyarakat kami ajak datang langsung ke kebun untuk memetik sendiri buah melon yang ingin dibeli. Dengan begitu nilai jual hasil panen bisa lebih baik dan petani tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada tengkulak," ujarnya, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, Agrowisata tersebut akan dibuka untuk masyarakat umum mulai pukul 09.00 hingga 16.00 Wita di kawasan perkebunan melon Desa Jatuh RT 002 RW 001, Kecamatan Pandawan.

Selain membeli buah segar, pengunjung dapat merasakan pengalaman memetik melon langsung dari kebun. BUMDes juga menyiapkan wisata edukasi pertanian, suasana perkebunan, serta sejumlah spot foto untuk keluarga.

Ia berharap inovasi tersebut mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkenalkan potensi wisata berbasis pertanian di HST.

"Kami berharap konsep ini menjadi inspirasi bagi BUMDes lain untuk mengembangkan usaha pertanian yang memiliki nilai tambah, sehingga mampu mendukung kemandirian ekonomi desa dan program swasembada pangan," imbuhnya.

Sebelumnya, BUMDes Partala mengembangkan budidaya tiga varietas melon, yakni melon sky, melon rock, dan melon golden. Meski sempat menghadapi tantangan cuaca dan pemasaran, unit usaha tersebut tetap mampu mencatat keuntungan hingga sekitar 50 persen setiap masa panen.

"Melalui konsep wisata petik melon, BUMDes Partala berharap hasil panen dapat dipasarkan langsung kepada konsumen dengan harga yang lebih menguntungkan, sekaligus membuka peluang lahirnya destinasi agrowisata baru," pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
#Agrowisata #Barabai #bumdes #HST