RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Pengalihan arus lalu lintas mulai diberlakukan di kawasan Simpang Empat Pasar Lawas, Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, seiring proyek revitalisasi Bundaran Nol Kilometer dimulai.
Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan besar atau yang memiliki roda lebih dari empat tidak bisa melintas di sejumlah titik menuju lokasi proyek.
Pantauan di lapangan, salah satu penutupan terjadi di Jalan Pancasila dari arah Pasar Pelaihari menuju simpang Pasar Lawas. Tepat di depan kawasan perbankan, atau muara Jalan Noorsehat, akses ditutup untuk mobil dan hanya dibuka bagi kendaraan roda dua.
Kondisi ini membuat pengendara roda empat keatas harus memutar dan mencari jalur alternatif. Sejumlah pengendara terlihat memperlambat laju kendaraan hingga berbalik arah saat mendapati penutupan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tanah Laut (Tala), Tedy Mulyana, mengatakan pengalihan arus ini merupakan bagian dari pelaksanaan proyek rehabilitasi Bundaran Nol Kilometer.
“Pengalihan arus lalu lintas dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan dan pekerja di lapangan,” kata Tedy, Minggu (28/6/2026).
Pengalihan arus ini berlaku sejak 22 Juni hingga 2 Juli 2026. Selama periode tersebut, kendaraan roda empat diarahkan untuk tidak melintasi kawasan proyek dan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan.
“Adapun ruas jalan yang terdampak meliputi Jalan Pancasila (depan Balairung), Jalan Taqwa, Jalan Perintis, dan Jalan Noorsehat,” ungkapnya.
Meski terjadi pembatasan, arus lalu lintas di sekitar Pasar Lawas masih terpantau relatif lancar. Namun, pengguna jalan diimbau tetap waspada dan mengikuti rambu sementara serta arahan petugas di lapangan.
Sementara itu, pembongkaran proyek telah dimulai sejak 23 Juni dan dijadwalkan berlangsung hingga 3 Juli 2026. Pengerjaan konstruksi akan berlanjut hingga 26 September 2026 sesuai masa kontrak.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan mendukung pelaksanaan proyek yang bertujuan meningkatkan fungsi dan kenyamanan kawasan Nol Kilometer sebagai titik strategis di Pelaihari,” tutupnya.
Editor : Sutrisno