Warga Tabalong Resah Gas Elpiji 3 Kilogram Langka dan Mahal, Di Eceran Tembus Rp55 Ribu
Ibnu Dwi Wahyudi• Jumat, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB
LANGKA: Gas melon di Tabalong langka. (Foto : Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Para ibu rumah tangga di Kabupaten Tabalong mulai diresahkan dengan langkanya gas elpiji 3 kilogram, Jumat (26/6/2026).
Beberapa hari terakhir, mereka tidak mendapatkan gas melon tersebut di sejumlah kios yang biasanya menjual.
Bahkan, mencari selain dipertokoan yang biasa didapatkannya pun tidak ada. Padahal jangkauannya sudah beda kecamatan.
Atul, salah satu ibu rumah tangga mengaku kesulitan tersebut. "Tidak ada dimana-mana. Susah dapatnya," katanya.
Ia mengaku sempat mendapatkan gas melon dengan harga tinggi, dan itu sudah diluar kewajaran. Padahal di kawasan perkotaan. "Harganya Rp55 ribu satu tabungnya," cetusnya.
Sejumlah kios penjual gas elpiji mengaku tidak mendapatkan pasokan lagi dari agen, sehingga menyebabkannya langka.
"Untuk gas tiga kilogram lagi langka. Dari agen stok terbatas," kata Yoyon, salah satu pemilik kios.
Informasi yang diterimanya, agen hanya mendistribusikan di masyarakat sekitarnya saja, dan itu belum cukup.
"Jadi belum ada yang dibagikan ke toko-toko," terangnya.
Dari pantauan media di sejumlah pertokoan juga banyak yang mengaku kosong stok dengan alasan kurangnya pasokan dari agen.
Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian pasa Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Tabalong, Noviana Eredha, mengakui terjadi langkaan gas di tingkat pengecer.
Ia mengaku, sejumlah agen sudah ditemui, namun tidak ada permasalahan terkait stok. "Tidak ada pengurangan distribusi. Normal saja," ujarnya.
Namun, lonjakan gas elpiji hingga Rp55 ribu yang dijual ke masyarakat akan menjadi perhatiannya. "Nanti kami pantau," tegasnya.