RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tanah Laut (Tala) mulai membongkar Tugu Pasar Lama atau nol kilometer di Kota Pelaihari.
Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan sekaligus pembangunan ikon baru yang akan menjadi wajah ibu kota kabupaten.
Proses pembongkaran dimulai sejak Selasa (23/6/2026) malam. Untuk mendukung pekerjaan, pelaksana proyek memasang pagar seng mengelilingi area tugu.
Selama pekerjaan berlangsung, akses kendaraan roda empat ke atas di sekitar bundaran ditutup sementara. Sementara itu, kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dengan pengaturan arus lalu lintas.
Kepala DPRKPLH Tala, Gusti Dwi Erzandi Kusuma, meminta masyarakat mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang di sekitar lokasi proyek.
"Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, khususnya kendaraan roda empat, kami bersama Satlantas Polres Tala dan Dinas Perhubungan telah melakukan rekayasa jalur karena lokasi pekerjaan berada di kawasan permukiman yang cukup padat," katanya, Jumat (26/6/2026).
Ia juga mengimbau warga tidak mendekati area pembongkaran karena alat berat sedang beroperasi.
Menurut Erzandi, tugu yang akan dibangun nantinya mengusung ornamen khas Bumi Tuntung Pandang sebagai identitas daerah.
Posisi tugu, sambungnya, juga akan disesuaikan dengan median Jalan Pancasila di depan kediaman Bupati Tala agar lebih selaras dengan penataan kawasan.
Rencana pembangunan ikon baru tersebut mendapat respons positif dari warga. Salah seorang warga Pelaihari, Suriani, mendukung langkah pemerintah mempercantik wajah kota.
"Kami mendukung pembenahan ini agar Pelaihari memiliki ikon yang lebih khas. Yang penting ukuran bundarannya nanti tidak terlalu besar sehingga tidak mempersempit jalan," ujarnya.
Editor : Sutrisno