Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ekonomi Kalsel Tumbuh, Infrastruktur Terus Digenjot

Sheilla Farazela • Kamis, 25 Juni 2026 | 09:02 WIB
MENINJAU: Gubernur Kalsel H. Muhidin saat meninjau pembangunan Jembatan Pulau Laut beberapa waktu lalu. Jembatan yang menghubungkan Tanah Bumbu dan Kotabaru ini menjadi salah satu infrastruktur yang diharapkan dapat mendukung pergerakan logistik dan pertumbuhan ekonomi. (MC KALSEL) 
MENINJAU: Gubernur Kalsel H. Muhidin saat meninjau pembangunan Jembatan Pulau Laut beberapa waktu lalu. Jembatan yang menghubungkan Tanah Bumbu dan Kotabaru ini menjadi salah satu infrastruktur yang diharapkan dapat mendukung pergerakan logistik dan pertumbuhan ekonomi. (MC KALSEL) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) membuktikan ketahanan ekonominya di tengah kelesuan pasar global dan pengetatan fiskal nasional. 

Di bawah nakhoda Gubernur H Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, Bumi Lambung Mangkurat sukses mencatatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sebesar 5,67 persen pada Triwulan I Tahun 2026. Angka ini melonjak signifikan dibanding capaian tahun 2025 yang berada di angka 5,22 persen.

Melejitnya angka pertumbuhan ini menjadi bukti sahih bahwa strategi domestik yang diterapkan pemprov berjalan efektif. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Suprapti Tri Astuti, mengungkapkan bahwa performa impresif ini dirancang melalui integrasi yang presisi antara sepuluh janji kampanye kepala daerah ke dalam lima Prioritas Daerah (PD) pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

"Semua program prioritas ini tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan satu kesatuan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru. Kami memastikan intervensi kebijakan masuk langsung ke sektor riil," ujarnya. 

Astuti memaparkan, penguatan ekonomi domestik Kalsel digerakkan secara masif melalui Prioritas Daerah 3 (PD 3): Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan, Merata, dan Syariah. Sektor pertanian, perikanan tangkap, perikanan budidaya, hingga ketahanan pangan menjadi jangkar utama yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Di sektor hilir, Pemprov Kalsel mulai memacu hilirisasi industri berbasis sumber daya alam (SDA)—baik pertambangan, pertanian, maupun kelautan—yang didukung oleh sistem pengelolaan energi baru terbarukan. 

Sektor penopang seperti UMKM dan koperasi juga mendapat porsi besar melalui kemudahan izin usaha simpan pinjam, penilaian kesehatan koperasi, serta fasilitasi ekonomi kreatif.

"Kami ingin pertumbuhan ekonomi ini dirasakan semua lapisan. Lewat program penataan dan kerja sama desa, kuantitas dan kualitas ekonomi di tingkat tapak (desa) ikut bergerak. Jadi tidak hanya terpusat di perkotaan, tapi merata ke pelosok sejalan dengan prinsip ekonomi syariah," imbuhnya.

Guna menopang pergerakan logistik dan ekonomi makro tersebut, Pemprov Kalsel terus memantapkan pembangunan infrastruktur yang andal lewat koridor Prioritas Daerah 2 (PD 2).

Astuti menegaskan, proyek-proyek infrastruktur skala besar terus dikawal perkembangannya. Mulai dari pembangunan Jembatan Pulau Laut yang diimpikan masyarakat, optimalisasi Pelabuhan Internasional Mekar Putih, hingga pengembangan kapasitas Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Perluas Akses Pendidikan dan Kesehatan

Selain menggenjot pembangunan infrastruktur, Pemprov Kalsel juga mengimbanginya dengan investasi SDM melalui prioritas daerah (PD) 1, yakni Memperkuat Pembangunan Manusia yang Unggul, Berbudaya, dan Berakhlak Mulia.

Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti mengatakan, akses pendidikan dan kesehatan di Banua terus diperluas untuk memperkuat pembangunan manusia.

"Ada program penguatan pesantren modern terpadu, Program Paket A, B, dan C untuk menyisir angka putus sekolah, hingga penguatan jaminan sosial dan perlindungan anak," jelasnya.

Melihat peta jalan (roadmap) jangka panjang, Astuti menegaskan arah pembangunan hingga tahun 2029 telah dikunci dalam visi “Kalsel Bekerja (Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera) Menuju Gerbang Logistik Kalimantan” yang tertuang dalam RPJMD 2025-2029.

Guna menjaga keberlanjutan lingkungan, arah kebijakan masa depan juga mencakup Prioritas Daerah 4 (PD 4) untuk pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim, mengingat Kalsel merupakan wilayah yang harus adaptif terhadap risiko bencana alam.

Semua ini ditopang oleh PD 5, yakni peningkatan tata kelola pemerintahan berbasis pelayanan publik untuk mempermudah iklim investasi.

"Konsistensi dalam menerjemahkan RPJMD ke dalam dokumen tahunan RKPD adalah kunci kami. Dengan pelayanan birokrasi yang transparan, akuntabel, dan responsif, kami optimis visi Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik utama di Pulau Kalimantan pada tahun 2029 akan terwujud seutuhnya," pungkasnya. 

 

Editor : Sutrisno
#Bappeda Kalsel #Kalsel #ekonomi