Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ekonomi Tumbuh, Infrastruktur Digenjot, Pemprov Kalsel Buktikan Ketahanan Ekonomi

Sheilla Farazela • Kamis, 25 Juni 2026 | 08:37 WIB
MENINJAU: Gubernur Kalsel H. Muhidin saat meninjau pembangunan Jembatan Pulau Laut beberapa waktu lalu. Jembatan yang menghubungkan Tanah Bumbu dan Kotabaru ini menjadi salah satu infrastruktur yang diharapkan dapat mendukung pergerakan logistik dan pertumbuhan ekonomi. 
(MC KALSEL) 
MENINJAU: Gubernur Kalsel H. Muhidin saat meninjau pembangunan Jembatan Pulau Laut beberapa waktu lalu. Jembatan yang menghubungkan Tanah Bumbu dan Kotabaru ini menjadi salah satu infrastruktur yang diharapkan dapat mendukung pergerakan logistik dan pertumbuhan ekonomi.  (MC KALSEL) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) membuktikan ketahanan ekonominya di tengah kelesuan pasar global dan pengetatan fiskal nasional. 

Di bawah nakhoda Gubernur H Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, Bumi Lambung Mangkurat sukses mencatatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sebesar 5,67 persen pada Triwulan I Tahun 2026. Angka ini melonjak signifikan dibanding capaian tahun 2025 yang berada di angka 5,22 persen.

Melejitnya angka pertumbuhan ini menjadi bukti sahih bahwa strategi domestik yang diterapkan pemprov berjalan efektif. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Suprapti Tri Astuti, mengungkapkan bahwa performa impresif ini dirancang melalui integrasi yang presisi antara sepuluh janji kampanye kepala daerah ke dalam lima Prioritas Daerah (PD) pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

"Semua program prioritas ini tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan satu kesatuan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru. Kami memastikan intervensi kebijakan masuk langsung ke sektor riil," ujarnya. 

Astuti memaparkan, penguatan ekonomi domestik Kalsel digerakkan secara masif melalui Prioritas Daerah 3 (PD 3): Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan, Merata, dan Syariah. Sektor pertanian, perikanan tangkap, perikanan budidaya, hingga ketahanan pangan menjadi jangkar utama yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Di sektor hilir, Pemprov Kalsel mulai memacu hilirisasi industri berbasis sumber daya alam (SDA)—baik pertambangan, pertanian, maupun kelautan—yang didukung oleh sistem pengelolaan energi baru terbarukan. 

Sektor penopang seperti UMKM dan koperasi juga mendapat porsi besar melalui kemudahan izin usaha simpan pinjam, penilaian kesehatan koperasi, serta fasilitasi ekonomi kreatif.

"Kami ingin pertumbuhan ekonomi ini dirasakan semua lapisan. Lewat program penataan dan kerja sama desa, kuantitas dan kualitas ekonomi di tingkat tapak (desa) ikut bergerak. Jadi tidak hanya terpusat di perkotaan, tapi merata ke pelosok sejalan dengan prinsip ekonomi syariah," imbuhnya.

Guna menopang pergerakan logistik dan ekonomi makro tersebut, Pemprov Kalsel terus memantapkan pembangunan infrastruktur yang andal lewat koridor Prioritas Daerah 2 (PD 2).

Astuti menegaskan, proyek-proyek infrastruktur skala besar terus dikawal perkembangannya. Mulai dari pembangunan Jembatan Pulau Laut yang diimpikan masyarakat, optimalisasi Pelabuhan Internasional Mekar Putih, hingga pengembangan kapasitas Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#Bappeda Kalsel #Infrastruktur