RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Cuaca ekstrem akibat musim tenggara yang memicu ombak besar di perairan Kotabaru, belum berdampak terhadap pasokan komoditas laut.
Aktivitas bongkar muat dan transaksi jual beli di los basah Pasar Kemakmuran Kotabaru terpantau masih berjalan lancar dan normal, Rabu (24/6). Para pembeli pun masih memadati kawasan pasar.
Kelancaran pasokan ini berimbas langsung pada pergerakan harga yang relatif terkendali.
Salah seorang pembeli, Nasarudin, mengaku bersyukur karena harga ikan di pasaran tidak sampai melonjak drastis akibat faktor cuaca buruk di laut.
"Kalau dibilang murah banget ya tidak, harga seperti ini masih mahal sih. Tapi untungnya masih stabil dan tidak sampai melambung tinggi," jelasnya.
Dari keterangan para pedagang eceran, harga saat ini memang masih dalam batas kewajaran karena stok di pasaran masih mampu memenuhi permintaan warga.
Mahmuddin, salah seorang penjual ikan yang membeli kembali untuk diecerkan, menuturkan bahwa melimpahnya tangkapan untuk beberapa jenis ikan tertentu membuat harga tetap bersahabat. "Iya, harga di pasar untuk iwak (ikan) sekarang standaran saja," kata Mahmuddin.
Saat ini, jenis ikan abu-abu menjadi salah satu yang paling banyak membanjiri pasar. Untuk kualitas biasa, ikan abu-abu dibanderol di kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
Sementara untuk kondisi yang benar-benar segar (fresh), harganya berada di angka Rp25 ribu per kilogram.
Selain ikan abu-abu, variasi harga untuk komoditas laut lainnya juga terpantau beragam. Ikan ruma-ruma saat ini dipatok seharga Rp40 ribu per kilogram, sedangkan untuk ikan bau-bau dijual dengan harga Rp20 ribu per kilogram.
"Macam-macam harganya, tergantung jenisnya," tambah Mahmuddin.
Tetap terjaganya pasokan ikan di tengah musim tenggara ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kotabaru yang mayoritas bergantung pada lauk-pauk laut.
“Saya berharap kondisi pasokan ini tetap bertahan lama agar daya beli masyarakat tidak semakin terbebani,” tutupnya.
Editor : M Oscar Fraby