Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

DPRD Kalsel Soroti Rusaknya Jembatan Nasional HST-HSU, Desak BPJN Segera Bertindak

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Rabu, 24 Juni 2026 | 13:36 WIB
Kondisi salah satu jembatan nasional di ruas HST-HSU memang memprihatinkan. (Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
Kondisi salah satu jembatan nasional di ruas HST-HSU memang memprihatinkan. (Jamaluddin/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai – Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Athaillah Hasbi, menyoroti kondisi sejumlah jembatan di ruas Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan Hulu Sungai Utara (HSU). 

Ia meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan segera mengambil langkah perbaikan terhadap sejumlah titik yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Kerusakan yang terjadi tidak hanya pada badan jembatan, tetapi juga pada bagian oprit atau akses masuk jembatan yang berlubang dan bergelombang.

“BPJN harus responsif untuk memperbaiki Jembatan (Sungai Buluh) dimaksud. Selain itu, Jembatan Walangku yang sempit juga perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya, Selasa (23/6).

Politisi Golkar tersebut juga mendorong adanya koordinasi antara BPJN dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan akses di kawasan tersebut.

“Bisa dikordinasikan dengan Pemkab ST karena memungkinkan dibangun jembatan kembar di area tanah pasar Walangku. Tentu perlu pembahasan terkait lahan dan ganti rugi kepada masyarakat di seberangnya,” tambahnya.

Di lapangan, kondisi sejumlah jembatan nasional di ruas HST-HSU memang memprihatinkan. Salah satunya Jembatan Sungai Buluh di HST. Pada bagian oprit jembatan terlihat permukaan jalan tidak rata dengan sejumlah lubang dan tambalan yang membuat jalan bergelombang.

Kerusakan paling terlihat berada di pangkal jembatan. Selain mengurangi kenyamanan berkendara, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari maupun saat hujan ketika lubang tertutup genangan air.

Kondisi serupa juga terlihat di Jembatan Kasarangan atau Walangku HST. Pada salah satu sisi oprit, permukaan jalan tampak bergelombang sehingga pengendara harus mengurangi kecepatan saat melintas. Jembatan ini juga sempit. Merepotkan pengendara mobil jika harus berpapasan.

Sementara itu, kondisi yang lebih parah ditemukan di Jembatan Banyu Tajun, HSU. Di bagian tengah jembatan terlihat lubang menganga hingga memperlihatkan kerangka besi di bawahnya.

Tak jauh dari lokasi tersebut, satu jembatan nasional lainnya juga memerlukan perhatian serius. Oprit dan sambungan jembatan tampak bergelombang, bahkan sebagian ditambal menggunakan tanah.

Sejumlah pengendara mengaku kesal karena kerusakan pada oprit jembatan tak kunjung diperbaiki secara menyeluruh meski sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Setiap hari kami lewat sini. Yang dikeluhkan bukan jembatannya, tapi jalan masuknya yang berlubang dan bergelombang. Kalau naik motor harus pelan-pelan, kalau tidak bisa oleng,” ujar Rahman.

Editor : M Oscar Fraby
#BPJN Kalsel #DPRD Kalsel #HST