RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATOLA – Sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan kembali dilanda pemadaman listrik bergilir yang menimbulkan keluhan dari warga maupun pelaku usaha. Di Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, suasana toko ritel tampak lebih redup dari biasanya saat aliran listrik padam sejak pukul 16.00 Wita, Selasa (23/6).
Meski aktivitas jual beli tetap berlangsung, pelayanan kepada konsumen terganggu. Anto, penjaga toko ritel setempat, mengaku pemadaman yang berlangsung hingga empat jam berdampak langsung pada operasional. “Konsumen jadi tidak nyaman berbelanja, pelayanan juga tidak maksimal,” ujarnya.
Toko tersebut sebenarnya memiliki genset sebagai cadangan, namun saat pemadaman terjadi, mesin sedang rusak sehingga seluruh aktivitas bergantung pada pencahayaan seadanya. Transaksi tetap berjalan secara manual, tetapi dinilai kurang efektif dan memperlambat pelayanan.
Anto berharap pemadaman tidak dilakukan pada malam hari karena lokasi toko berada di tepi jalan raya yang membutuhkan penerangan demi keamanan. “Kalau bisa siang atau pagi. Malam hari cukup berisiko karena kondisi jalan gelap,” katanya.
Keluhan serupa muncul dari warga Kabupaten Tapin. Firman, warga Tapin Tengah, menyebut listrik padam sejak siang hingga malam hari. “Benar padam, dari siang sampai malam ini,” ujarnya singkat.
Di Kotabaru, pemadaman listrik pada Selasa (23/6) berlangsung lebih dari empat jam akibat pekerjaan pemeliharaan PLN. Wilayah terdampak meliputi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Nelayan, Jalan Pangeran Kancil, kawasan Siring Laut, dan sekitarnya. Warga mengaku terkejut karena tidak melihat pemberitahuan sebelumnya.
Sementara, sejumlah kawasan di Kecamatan Pelaihari juga mengalami pemadaman bergilir. Khaidir, warga Angsau, mengatakan listrik padam sejak pukul 14.00 Wita. “Sepertinya bergilir, karena wilayah lain tetap menyala,” ungkapnya.
Di Tanah Bumbu, pemadaman terjadi di Desa Segumbang, Kecamatan Batulicin, sejak Senin (22/6) malam hingga lebih dari tiga jam. Gangguan serupa dilaporkan di Kecamatan Kusan Hilir dan Simpang Empat. Ismail, warga Simpang Empat, mengkhawatirkan naik-turunnya tegangan listrik dapat merusak komponen charger mobil listrik miliknya.
Sementara di Tabalong, warga juga dikejutkan dengan padamnya listrik saat beraktivitas. Ali, warga Kelurahan Belimbing, mengaku pekerjaannya di komputer terhenti mendadak. “Tiba-tiba mati lampu, jadi tidak bisa bekerja,” keluhnya.
Padamnya aliran listrik juga terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten HSS, Selasa (23/6). Di sini, pemadaman meliputi Kandangan Kota, kawasan Perkantoran Pemerintah, Desa Gambah Dalam, Singakarsa, KS Tubun, Aluh Idut, Nusa Indah, RS Sumber Jaya Sehat, RS Permata Bunda, serta wilayah sekitarnya.
“Kandangan Kota mati listrik, ada informasi apa?” tulis salah seorang warga dengan username kontak H. Anom Rela Team HSS di grup WhatsApp Emergency HSS mempertanyakan penyebab padamnya listrik. (van/dly/dza/jum/sal/ibn/mpi/mof)
Editor : Arief